Wamentan Sudaryono: Susu Belum Merata di MBG karena Produksi Nasional Masih Terbatas

3 Min Read
Pemerintah mendorong peningkatan populasi sapi perah untuk memperkuat produksi susu nasional dan mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

JAKARTA, DMNETWORK — Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan alasan mengapa susu belum tersedia secara merata dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan pemerintah.

Menurut Sudaryono, Presiden Prabowo Subianto pada dasarnya menginginkan seluruh anak Indonesia memperoleh susu sebagai bagian dari pemenuhan gizi dalam program tersebut. Namun, keterbatasan produksi susu nasional masih menjadi kendala utama.

“Kalau masih impor, kita substitusi dulu dengan sumber protein lain,” kata Sudaryono.

- Iklan -
Ad imageAd image

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor produk susu dengan mengganti sementara kebutuhan protein susu menggunakan bahan pangan lain, seperti telur dan ikan.

Untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri, pemerintah juga menjalankan program pengembangan peternakan sapi perah melalui pemasukan sapi hidup dari luar negeri secara bertahap.

Sudaryono mengatakan, pemerintah menargetkan sekitar 200.000 ekor sapi perah masuk ke Indonesia sepanjang 2025 guna memperkuat pasokan susu nasional. Kebijakan tersebut didukung oleh regulasi baru yang memungkinkan Indonesia mendatangkan sapi perah dari lebih banyak negara, tidak hanya Australia.

“Ini kan PP-nya baru beres. Kita bisa masukkan dari beberapa negara tambahan selain Australia dan negara lain yang teregister. Kita tambah dari negara lain,” ujar Sudaryono.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) juga menjelaskan bahwa distribusi susu dalam program MBG saat ini diprioritaskan bagi daerah yang memiliki sentra peternakan sapi perah. Kebijakan tersebut ditempuh untuk mendukung pengembangan industri susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.

- Iklan -
Ad image

Sementara itu, di wilayah yang belum memiliki produksi susu atau peternakan sapi perah, kebutuhan protein dalam menu MBG dipenuhi melalui sumber protein lain seperti ikan dan telur.

Pemerintah menargetkan peningkatan populasi sapi perah secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari strategi mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Rencana jangka panjang yang disiapkan pemerintah mencakup pemasukan hingga satu juta sapi perah sampai 2029.

Dalam perkembangan terbaru, Indonesia juga membuka akses pasar bagi produk susu, sapi perah, dan daging sapi asal Prancis. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada Mei 2026. Macron bahkan menyampaikan apresiasi atas dibukanya pasar Indonesia untuk sektor susu dan sapi perah Prancis.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan susu nasional sembari pemerintah terus meningkatkan kapasitas produksi peternak dalam negeri.

Share This Article