Wawan Pramono Pastikan Seluruh Peserta Diklat TMI Pulang dengan Aman

2 Min Read
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono, meskipun nampak lelah dan capek tetap memberikan semangat kepada anggotanya (foto: rist)

TEMANGGUNG, DMNETWORK – Di tengah suasana berakhirnya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Angkatan II Jawa Tengah di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Minggu (5/7/2026), Ketua DPW TMI Jawa Tengah, Wawan Pramono, memilih tetap berada di lokasi untuk memastikan seluruh peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman.

Saat ditemui di ruang penginapan Bapeltan, Wawan tampak duduk santai sambil sesekali menerima laporan dari panitia dan pengurus DPD TMI dari berbagai kabupaten dan kota. Meski suasana terlihat lebih lengang setelah rangkaian kegiatan resmi berakhir, perhatian Wawan tidak lepas dari proses kepulangan para peserta.

“Sudah menjadi kewajiban saya untuk mengonfirmasi peserta pulang dengan aman tanpa kendala apa pun,” kata Wawan.

Sesekali telepon genggamnya berdering. Ia mengecek informasi mengenai keberangkatan rombongan dari sejumlah daerah untuk memastikan seluruh peserta telah meninggalkan lokasi sesuai jadwal dan tidak mengalami hambatan selama perjalanan.

- Iklan -
Ad imageAd image

Menurut Wawan, tanggung jawab panitia tidak berhenti ketika acara penutupan selesai. Keselamatan dan kepulangan peserta merupakan bagian dari rangkaian penyelenggaraan yang harus dipastikan berjalan dengan baik.

Karena itu, ia meminta seluruh pengurus DPD TMI se-Jawa Tengah terus berkoordinasi hingga setiap rombongan tiba di daerah masing-masing. Dengan komunikasi yang tetap terjaga, setiap kendala di perjalanan dapat segera diketahui dan ditangani.

Bagi Wawan, keberhasilan sebuah diklat tidak hanya diukur dari kualitas materi dan kedisiplinan selama pelatihan, tetapi juga dari pelayanan kepada peserta sejak kedatangan hingga mereka kembali ke rumah dengan selamat.

Diklat TMI Angkatan II Jawa Tengah di Bapeltan Pringsurat diikuti ratusan kader dari berbagai kabupaten dan kota. Selama beberapa hari, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, penguatan organisasi, wawasan kebangsaan, serta peran Tani Merdeka Indonesia dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan pemberdayaan petani. (Rist)

Share This Article