DMNETWORK.COM – Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (TMI) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari berbagai provinsi di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, pada 14 hingga 17 Mei 2026 itu diikuti sebanyak 230 peserta dari berbagai daerah.
Mengusung tema “Konektivitas dan Sinergitas Pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas organisasi sekaligus upaya mempererat koordinasi antarwilayah dalam mendukung program pertanian nasional.
Peserta datang dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Papua, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Kalimantan Utara, hingga sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber yang berasal dari kementerian, lembaga negara, kalangan militer, hingga media nasional. Hadir sebagai pemateri antara lain Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono, staf ahli Kementerian Pertanian, Kepala Badan Karantina Nasional, staf ahli komunikasi kepresidenan, Kepala Balai Diklat SDM Kementerian Pertanian, Kepala Bagian Psikologi Mabes TNI, serta wartawan senior Harian Kompas.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi dan konsolidasi organisasi agar pengurus daerah mampu memahami sekaligus menghubungkan program strategis nasional di bidang pertanian dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Panitia kegiatan menyebut, diklat tersebut menjadi komitmen TMI untuk memperkuat hubungan antara Dewan Pimpinan Nasional dengan pengurus di daerah. Dengan pendekatan tersebut, organisasi diharapkan mampu menyerap persoalan petani secara langsung dan menghadirkan solusi yang lebih tepat sasaran.
“Selama empat hari kegiatan ini dilakukan sebagai komitmen untuk mendekatkan DPN dengan pengurus DPW dan DPD agar dapat mendengar langsung persoalan petani sehingga mampu menghadirkan solusi yang tepat,” ujar panitia kegiatan.
Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai manajemen organisasi, psikologi organisasi, penguatan komunikasi publik, hingga pengelolaan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi pertanian.
Selain itu, para pengurus juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya peran politik petani dalam menjaga keberlangsungan program swasembada pangan nasional. Diskusi berlangsung secara interaktif melalui metode brainstorming, simulasi penyelesaian masalah pertanian, hingga penguatan strategi pengendalian persoalan pertanian di daerah.
Pemanfaatan media sosial juga menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan tersebut. TMI menilai platform digital memiliki peran penting sebagai corong informasi sekaligus sarana penghubung antara petani, organisasi, dan pemerintah dalam mendukung program strategis pertanian nasional.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, para pengurus daerah diharapkan mampu mempercepat penyebaran informasi pertanian, membangun jaringan komunikasi antarpetani, serta meningkatkan edukasi terkait pertanian modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Diklat nasional tersebut juga menjadi momentum membangkitkan kembali semangat perjuangan pengurus TMI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Organisasi ini menargetkan keterlibatan aktif petani dan pengurus daerah untuk mendukung cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045.
Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono menutup langsung rangkaian kegiatan pada Minggu, 17 Mei 2026. Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPN TMI Don Muzakir turut memperkenalkan program literasi digitalisasi pertanian kepada seluruh peserta.
Program tersebut diharapkan mampu membantu petani Indonesia memperoleh akses edukasi pertanian secara daring yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Melalui pendekatan digital, TMI ingin memperluas pengetahuan petani terkait teknologi pertanian, pengelolaan lahan, hingga strategi peningkatan hasil produksi secara berkelanjutan.
Dengan penguatan organisasi dan pengembangan literasi digital pertanian, TMI optimistis mampu menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional yang lebih modern, mandiri, dan berdaya saing.(gh)