Buka Lahan Tidur 10 Hektare, Petani Muda Banokeling Siapkan Kacang Hijau Tembus Pasar Jepang

3 Min Read
Masyarakat adat Banokeling Buka lahan baru dengan gotong royong untuk memperkaya hilirisasi pertanian (foto: istimewa)

BANYUMAS, DMNETWORK – Kelompok Tani Muda Banokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas mulai mengembangkan budidaya kacang hijau di lahan tidur seluas sekitar 10 hektare. Komoditas tersebut diproyeksikan menjadi produk unggulan yang mampu menembus pasar ekspor, termasuk Jepang.

Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal itu kini mulai digarap secara bertahap oleh para petani muda sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang usaha berbasis komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Ketua Kelompok Tani Muda Banokeling, Darsum, mengatakan kacang hijau dipilih karena memiliki prospek pasar yang menjanjikan. Selain permintaan domestik yang cukup stabil, komoditas tersebut juga memiliki peluang untuk masuk ke pasar internasional.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Selama ini masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Sekarang kami mulai menggarapnya dan menanami kacang hijau karena permintaan pasar cukup baik, bahkan ada peluang ekspor hingga Jepang,” kata Darsum.

Menurut dia, pengembangan kacang hijau tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjadi sarana menarik minat generasi muda agar terlibat dalam sektor pertanian.

Para petani, lanjut Darsum, mulai menerapkan pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi cuaca serta karakteristik lahan setempat agar produktivitas tanaman dapat lebih optimal.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Banyumas, Edi Sudarnoto, mengatakan pembukaan lahan tidur tersebut merupakan bagian dari upaya memaksimalkan potensi pertanian daerah yang selama ini belum tergarap.

Menurut dia, pengelolaan lahan seluas 10 hektare menjadi langkah awal untuk mendorong kemandirian petani muda sekaligus meningkatkan produksi pertanian di wilayah Banyumas.

- Iklan -
Ad image

“Ini merupakan upaya memaksimalkan lahan tidur agar kembali menjadi lahan produktif dan memberikan hasil yang optimal. Saat ini baru 10 hektare yang kami buka dan ke depan akan terus dikembangkan,” ujar Edi.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mendukung penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani muda di tingkat lokal.

Pengembangan kacang hijau di Banokeling juga menjadi bagian dari program hilirisasi pertanian yang didorong oleh kelompok tani muda bersama Tani Merdeka Jawa Tengah. Para petani berharap mendapat dukungan pemerintah melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan teknologi budidaya, serta akses pemasaran agar produk pertanian lokal mampu bersaing di pasar internasional. (GK)

Share This Article