BANYUMAS, DMNETWORK – Kelompok Tani Muda Banokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas mengembangkan program hilirisasi pertanian berbasis sorgum yang dipadukan dengan usaha peternakan kambing.
Program tersebut dikenal dengan slogan “Tanam Sorgum, Panen Kambing”, sebuah konsep yang menggambarkan keterkaitan antara budidaya tanaman sorgum dan pengembangan peternakan sebagai satu kesatuan usaha produktif.
Bagi para petani muda Banokeling, sorgum tidak hanya dipandang sebagai komoditas pangan, tetapi juga sebagai sumber bahan baku pakan ternak yang memiliki nilai ekonomi.
Saat ini, sekitar 10 hektare lahan telah ditanami sorgum dan pengembangannya direncanakan terus diperluas secara bertahap. Program tersebut dijalankan oleh kelompok tani yang tergabung dalam Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banyumas.
Selain membudidayakan tanaman sorgum, kelompok tani juga mulai mengembangkan berbagai produk turunan melalui proses hilirisasi. Pemanfaatan tidak hanya dilakukan pada biji sorgum, tetapi juga pada batang dan daun tanaman yang diolah agar memiliki nilai tambah.
Wakil Ketua Tani Merdeka Banokeling, Edi Sudarnoto, mengatakan sebagian hasil tanaman sorgum kini dimanfaatkan sebagai bahan utama pakan ternak kambing.
“Dari sorgum kami sudah mulai menghasilkan beberapa produk turunan, dan sebagian tanaman juga dimanfaatkan menjadi bahan pokok pakan ternak, terutama kambing,” kata Edi.
Menurut dia, pengembangan tersebut mendorong tumbuhnya usaha peternakan di lingkungan kelompok tani. Saat ini, ratusan kambing telah dibudidayakan oleh anggota kelompok sebagai bagian dari integrasi sektor pertanian dan peternakan.
Model usaha tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan hasil pertanian sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi petani.
Berada di kawasan masyarakat adat Banokeling, aktivitas pertanian telah menjadi bagian dari kehidupan warga secara turun-temurun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, generasi muda mulai memperkenalkan pendekatan yang lebih modern melalui hilirisasi hasil pertanian dan pengembangan usaha berbasis agribisnis.
Melalui program pengembangan sorgum dan peternakan kambing tersebut, para petani berharap dapat membangun sistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah setempat.
Program ini juga menjadi contoh bagaimana komoditas lokal dapat dikembangkan tidak hanya sebagai hasil panen, tetapi sebagai bagian dari rantai usaha yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi petani. (GK)