JAKARTA, DMNETWORK – Gagasan “Revolusi Putih” yang belakangan kembali digaungkan dalam berbagai forum nasional sejatinya bukan konsep baru. Program yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui konsumsi susu dan protein hewani tersebut telah diperkenalkan sejak awal berdirinya Partai Gerindra.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, tercatat menjadi salah satu tokoh yang konsisten mengampanyekan konsep tersebut dalam berbagai kesempatan selama lebih dari satu dekade terakhir.
Revolusi Putih merupakan gagasan yang menempatkan perbaikan gizi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Program ini menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan protein dan nutrisi anak sejak usia dini untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.
Konsep tersebut mulai dikenal publik sekitar tahun 2008 hingga 2009, beriringan dengan lahirnya Partai Gerindra. Saat itu, Revolusi Putih diposisikan sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas manusia Indonesia.
Gagasan itu kembali mendapat perhatian luas pada 2017 ketika Hashim Djojohadikusumo mengusulkan agar program Revolusi Putih dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan.
Dalam konsep yang ditawarkan, para pelajar mendapatkan tambahan asupan bergizi berupa susu, telur rebus, dan kacang hijau sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mendukung pertumbuhan anak.
Hashim juga beberapa kali mempromosikan Revolusi Putih dalam berbagai forum internasional sebagai bagian dari strategi Indonesia untuk menghadapi tantangan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Memasuki tahun 2026, gagasan tersebut kembali menjadi sorotan setelah diangkat dalam peringatan Hari Susu Nusantara. Pemerintah mulai mendorong peningkatan konsumsi susu nasional sekaligus penguatan industri peternakan sapi perah dalam negeri guna mendukung kebutuhan gizi masyarakat.
Meski mengalami penyesuaian sesuai perkembangan zaman, substansi Revolusi Putih tetap sama, yakni memastikan anak-anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan bergizi yang cukup. Bagi para penggagasnya, program tersebut bukan sekadar kampanye minum susu, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.