199 Siswa MTs NU 1 Sirau Kemranjen Diwisuda, Siap Menjadi Generasi Penerus Bangsa dan Nahdlatul Ulama

3 Min Read
Zachro Singh Ayudhewe, siswa MTs NU 1 Kemranjen bersama gurunya (foto: istimewa)

BANYUMAS, DMNETWORK – Sebanyak 199 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU 1 Sirau, Kemranjen, Kabupaten Banyumas, mengikuti prosesi wisuda yang digelar pada Sabtu (13/6/2026). Dalam acara tersebut, para siswa hadir didampingi orang tua masing-masing sebagai bentuk dukungan atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan tingkat menengah pertama.

Kepala MTs NU 1 Sirau, Misbahul Anam, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan masa belajar dengan baik. Ia menilai para lulusan tahun ini merupakan generasi terbaik yang diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan bangsa sekaligus menjadi kader-kader Nahdlatul Ulama di masa depan.

“Anak-anak yang diwisuda hari ini adalah generasi terbaik. Mereka diharapkan menjadi penerus perjuangan NU sekaligus memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujar Misbahul Anam.

Sebagian besar siswa MTs NU 1 Sirau diketahui merupakan santri yang menempuh pendidikan di sejumlah pondok pesantren di sekitar Kemranjen. Selain mendapatkan pendidikan agama, mereka juga mempelajari ilmu pengetahuan umum sebagaimana siswa di sekolah lainnya.

- Iklan -
Ad imageAd image

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Tholibin, Gus Lutfi, mengatakan seluruh santrinya diwajibkan mengikuti pendidikan formal di lingkungan madrasah NU di Sirau, mulai dari tingkat diniyah hingga aliyah.

“Santri tidak hanya belajar ilmu agama di pondok, tetapi juga harus mendapatkan pendidikan formal yang memadai sebagai bekal menghadapi masa depan,” kata Gus Lutfi.

Salah seorang lulusan yang turut diwisuda, Zachro Singh Ayudhewe, mengaku merasa betah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Roudlotul Tholibin. Santri asal Kabupaten Magelang itu berencana melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah di lingkungan yang sama meski harus tinggal jauh dari kedua orang tuanya.

“Saya akan melanjutkan sekolah di Madrasah Aliyah di sini meskipun jauh dari orang tua. Saya ingin menuntaskan pendidikan agama yang sedang saya jalani di pondok pesantren,” ujarnya.

Menurut Zachro, ilmu agama yang telah diperolehnya selama ini baru sebagian dari proses pembelajaran yang harus ditempuh. Karena itu, ia memilih untuk tetap melanjutkan pendidikan di pesantren agar dapat memperdalam pemahaman keagamaan hingga tuntas.

- Iklan -
Ad image

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru. Selain menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan di tingkat madrasah tsanawiyah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi para siswa untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan bekal ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan yang telah mereka peroleh selama menempuh pendidikan. (Rist)

Share This Article