DMNETWORK.COM – Di tengah maraknya tren kuliner viral yang berganti hampir setiap pekan, makanan berkuah hangat tetap memiliki tempat khusus di hati masyarakat Indonesia. Dari soto, bakso, mi rebus, hingga bihun kuah, hidangan semacam ini terus menjadi pilihan ketika cuaca dingin, tubuh lelah, atau sekadar mencari makanan yang memberikan rasa nyaman.
Fenomena tersebut tidak terlepas dari budaya makan masyarakat Indonesia yang akrab dengan sajian berkuah. Selain menghangatkan tubuh, makanan berkuah dianggap lebih mudah dicerna serta mampu menghadirkan sensasi kenyang yang lebih lama.
Salah satu menu yang kembali banyak diminati adalah bihun kuah. Hidangan berbahan dasar beras ini menawarkan fleksibilitas tinggi karena dapat dipadukan dengan berbagai sumber protein dan sayuran tanpa memerlukan biaya besar.
Dari sisi ekonomi rumah tangga, bihun juga tergolong bahan pangan yang terjangkau. Dalam kondisi harga pangan yang fluktuatif, banyak keluarga menjadikan bihun sebagai alternatif menu praktis yang tetap mampu memenuhi kebutuhan gizi harian.
Mengapa Makanan Berkuah Menjadi Comfort Food?
Istilah comfort food merujuk pada makanan yang memberikan rasa nyaman secara fisik maupun emosional. Dalam konteks Indonesia, makanan berkuah menempati posisi penting karena memiliki keterikatan kuat dengan tradisi kuliner keluarga.
Kuah hangat yang kaya rempah mampu memberikan sensasi rileks setelah beraktivitas seharian. Selain itu, aroma bawang putih, bawang merah, jahe, dan kaldu yang mendidih sering kali memunculkan memori tentang masakan rumah yang akrab bagi banyak orang.
Tak heran jika saat musim hujan atau suhu udara menurun, pencarian resep makanan berkuah di berbagai platform digital cenderung meningkat. Bihun kuah menjadi salah satu pilihan karena mudah dibuat, fleksibel, dan dapat disesuaikan dengan bahan yang tersedia di dapur.
- Bihun Ayam Rebus: Menu Lengkap dalam Satu Mangkuk
Bahan:
- 200 gram bihun kering
- 100 gram ayam rebus suwir
- 2 butir telur
- 3 lembar kol
- 1 ikat sawi hijau
- 1 batang daun bawang
- 500 ml air
Bumbu:
- 2 siung bawang putih
- 4 siung bawang merah
- 1 sdm kecap asin
- 2 sdm saus tiram
- 1 sdm kaldu ayam bubuk
- ½ sdt merica
- 1 sdt garam
Cara Membuat:
Rendam bihun hingga lunak. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, lalu masukkan telur dan buat orak-arik. Tambahkan ayam suwir serta sayuran. Tuang air dan masukkan seluruh bumbu. Setelah mendidih, masukkan bihun dan masak hingga bumbu meresap.
Estimasi Nilai Gizi per Porsi:
- Energi: ±320 kkal
- Protein: ±18 gram
- Karbohidrat: ±42 gram
- Lemak: ±8 gram
- Serat: ±4 gram
Kandungan protein dari ayam dan telur membuat menu ini cukup seimbang untuk makan malam keluarga.
- Bihun Kuah Daging dan Bakso: Kaya Protein dan Kaldu Alami
Bahan:
- 250 gram daging sapi
- 10 butir bakso sapi
- 250 gram bihun
- 50 gram tauge
- 5 lembar sawi hijau
- 1,5 liter air
Bumbu:
- Bawang putih
- Jahe
- Daun bawang
- Garam
- Merica
- Kaldu jamur
Cara Membuat:
Rebus daging bersama bawang putih, jahe, dan daun bawang hingga empuk. Tambahkan bumbu, lalu sisihkan daging dan iris tipis. Seduh bihun, tata bersama sayuran dan bakso, kemudian siram dengan kuah kaldu panas.
Estimasi Nilai Gizi per Porsi:
- Energi: ±410 kkal
- Protein: ±24 gram
- Karbohidrat: ±38 gram
- Lemak: ±16 gram
- Zat besi: tinggi
Menu ini cocok bagi anggota keluarga yang membutuhkan asupan energi lebih besar karena aktivitas fisik yang tinggi.
- Bihun Kuah Telur Dadar: Sederhana dan Ekonomis
Bahan:
- 100 gram bihun
- 1 butir telur dadar
- 50 gram ayam rebus
- 750 ml kaldu ayam
Bumbu:
- Bawang putih
- Daun bawang
- Garam
- Merica
- Kaldu jamur
Cara Membuat:
Tumis bawang putih hingga harum. Masukkan ayam dan daun bawang, lalu tuang kaldu. Tambahkan bumbu hingga mendidih. Sajikan bersama bihun dan irisan telur dadar.
Estimasi Nilai Gizi per Porsi:
- Energi: ±280 kkal
- Protein: ±15 gram
- Karbohidrat: ±35 gram
- Lemak: ±7 gram
Menu ini menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang ingin menyajikan makanan bergizi dengan anggaran yang lebih hemat.
Tips Membuat Kaldu Lebih Gurih Secara Alami
Salah satu kunci kelezatan bihun kuah terletak pada kualitas kaldu. Untuk menghasilkan kaldu yang kaya rasa tanpa terlalu bergantung pada penyedap instan, gunakan beberapa langkah berikut:
- Rebus tulang ayam atau tulang sapi selama 1–2 jam dengan api kecil.
- Tambahkan bawang putih, bawang bombai, daun bawang, dan jahe.
- Buang buih yang muncul selama perebusan agar kuah tetap jernih.
- Gunakan jamur segar atau jamur kering untuk memperkuat cita rasa umami alami.
- Hindari penggunaan garam berlebihan agar rasa kaldu tetap seimbang.
Tips Penyimpanan Agar Tetap Aman Dikonsumsi
Bihun kuah sebaiknya tidak disimpan dalam kondisi sudah tercampur antara bihun dan kuah. Cara terbaik adalah memisahkan keduanya.
- Simpan kuah dalam wadah tertutup di lemari pendingin hingga dua hari.
- Bihun yang telah direbus dapat disimpan dalam wadah terpisah selama satu hari.
- Saat akan disajikan kembali, panaskan kuah hingga mendidih untuk mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.
- Hindari memanaskan makanan berulang kali karena dapat menurunkan kualitas rasa dan kandungan gizinya.
Bihun Kuah dan Tren Kembali ke Masakan Rumahan
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul kecenderungan masyarakat kembali mengapresiasi masakan rumahan. Faktor kesehatan, efisiensi biaya, dan keinginan mengontrol kualitas bahan makanan menjadi pendorong utama tren tersebut.
Bihun kuah menjadi contoh bagaimana makanan sederhana mampu bertahan di tengah perubahan tren kuliner. Hidangan ini tidak hanya menawarkan rasa yang akrab, tetapi juga fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan keluarga modern yang menginginkan makanan sehat, praktis, dan ekonomis.
Di tengah derasnya arus makanan instan dan sajian viral media sosial, semangkuk bihun kuah hangat membuktikan bahwa comfort food tidak selalu harus mewah. Terkadang, kehangatan yang dicari justru hadir dari resep-resep sederhana yang telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia.(*)