SHIHEZI, DMNETWORK.com – Senator asal Papua, Pendeta David Waromi, menyiapkan program sekolah operator drone pertanian bagi generasi muda sebagai upaya mendorong modernisasi sektor pertanian di Tanah Papua.
Waromi yang juga menjabat sebagai Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Papua mengatakan, program tersebut akan difokuskan untuk melatih operator drone pertanian berkapasitas 25 hingga 150 kilogram yang dapat dimanfaatkan pada lahan pertanian berskala menengah hingga luas.
Menurut dia, persiapan program dilakukan melalui koordinasi dengan Prof. Saputro dari Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Chairman 1945 Institute.
“Kami berharap pada semester kedua tahun ini program pelatihan sudah dapat dimulai,” kata Waromi saat meninjau proses produksi drone pertanian HY-100 di Shihezi, Provinsi Xinjiang, China, bersama Prof. Saputro, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Keerom diproyeksikan menjadi lokasi pertama pelaksanaan pelatihan karena merupakan salah satu kawasan pertanian yang memiliki potensi besar di Papua.
Waromi menilai pemanfaatan drone pertanian dapat membantu petani meningkatkan efisiensi pekerjaan, mulai dari penyemprotan hingga pengelolaan lahan, sekaligus mempercepat transformasi pertanian dari sistem konvensional menuju pertanian berbasis teknologi.
“Melalui teknologi, pertanian bukan lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional semata, tetapi menjadi sektor modern yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Selain meningkatkan produktivitas, Waromi berharap program tersebut mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Ia mengatakan, model sekolah operator drone pertanian itu juga direncanakan dapat dikembangkan di berbagai daerah lain, termasuk Aceh, setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan di Papua.
Untuk merealisasikan program tersebut, Waromi menyatakan akan berkoordinasi dengan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono selaku Pembina Tani Merdeka Indonesia, serta Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi petani menjadi faktor penting dalam mempercepat penerapan teknologi pertanian di Indonesia.
“Saya yakin langkah ini dapat mendorong semakin banyak pemuda yang bangga menjadi petani sehingga ikut memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” kata Waromi.
Meski demikian, ia mengakui keberhasilan program tersebut akan bergantung pada kesiapan infrastruktur, ketersediaan tenaga instruktur, serta dukungan kebijakan pemerintah secara berkelanjutan.
Waromi menambahkan, Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua akan mendorong pengembangan sekolah operator drone pertanian di sejumlah daerah lain yang memiliki potensi sebagai sentra produksi pangan di Papua sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.***