Wayang Milehnium Wae Perkenalkan Wayang Kontemporer kepada Generasi Muda di Bantul

2 Min Read
Saat work shop wayang kontemporer di bengkel Mujar Sangkerta Bantul (foto: Arist)

BANTUL – Suasana Galeri Lorong di Dusun Jeblog, Nitiprayan, Bugisan, Bantul, Yogyakarta, dipenuhi semangat kreativitas. Puluhan peserta dari berbagai kalangan mengikuti Workshop Wayang Milehnium Wae dengan membuat tokoh-tokoh yang dekat dengan kehidupan masa kini.

Berbeda dengan wayang konvensional, peserta diberi kebebasan menciptakan karakter sesuai imajinasi masing-masing. Ada yang membuat tokoh Donald Trump, buaya, bunga, kereta api, hingga berbagai makhluk astral. Seluruh karya dibuat dengan pendekatan seni rupa yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dinikmati generasi muda.

Penggagas Wayang Milehnium Wae, Ki Mujar Sangkerta, mengatakan bahwa workshop tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan wayang kontemporer kepada generasi milenial dan Gen Z tanpa meninggalkan semangat berkesenian yang menjadi akar budaya Nusantara.

Menurut dia, wayang tidak harus selalu dipahami sebagai warisan yang hanya dipentaskan dalam bentuk klasik. Wayang juga dapat berkembang mengikuti zaman, menghadirkan tokoh-tokoh baru yang lahir dari realitas sosial, perkembangan teknologi, maupun imajinasi masyarakat.

Selama workshop berlangsung, peserta tampak antusias berdiskusi sekaligus berkarya. Mereka saling bertukar gagasan mengenai bentuk, karakter, hingga cerita yang dapat dibangun dari tokoh yang mereka ciptakan.

- Iklan -
Ad imageAd image

Seluruh karya hasil workshop kemudian dipamerkan di Galeri Lorong bersamaan dengan proyek Pameran Seni Kriya. Pameran ini menjadi ruang apresiasi sekaligus menunjukkan bahwa wayang kontemporer dapat berdialog dengan berbagai cabang seni rupa lainnya.

Melalui Wayang Milehnium Wae, Ki Mujar Sangkerta berharap lahir generasi baru yang melihat wayang bukan sekadar benda tradisi, melainkan media ekspresi yang terus hidup, berkembang, dan relevan dengan perubahan zaman.

Share This Article