Gondo Suhartono Ajarkan Teknik Rajang Lembutan untuk Menjaga Mutu Tembakau

2 Min Read
Gondo Suhartono ketika mempraktekkan irisan mbako lembutan di hadapan peserta pelatihan budidaya tembakau di Bapeltan ( foto: rist)

Hanya dengan perasaan dan jiwa pertembakauan yang sudah menyatu, hasil irisan pun akan berpengaruh pada rasa dan aroma ketika tembakau itu sudah jadi dan siap jual.

TEMANGGUNG, DMNETWORK – Penanganan pascapanen menjadi salah satu faktor yang menentukan nilai jual tembakau. Salah satu keterampilan yang dipraktikkan peserta Pelatihan Budidaya Tembakau di Bapeltan Soropadan, Pringsurat Temanggung  (12-16 juli 2026) adalah teknik rajang lembutan yang dipandu oleh Gondo.
Dalam praktik tersebut, peserta belajar memilih memisahkan daun yang siap dirajang, mengatur ketebalan irisan, termasuk memangkas bonggol daun tembakau hingga menjaga keseragaman hasil rajangan.
Menurut Gondo, rajangan yang halus dan seragam akan mempermudah proses pengeringan sekaligus menghasilkan mutu tembakau yang lebih baik. Termasuk menata seperti baris berbaris rapi kemudian bagaimana meletakkan hasil rajangan tersebut lurus rapi, dan tentu saja mudah dalam melipatnya.
Ia menjelaskan bahwa ketajaman alat rajang menjadi salah satu faktor penting agar irisan tidak merusak struktur daun. Alat rajang itu berupa seperti Bendo besar, seperti gobang China dengan jenis gobang yang lebar.
Selain praktik merajang, dari gaya duduknya, memegang pisaunya sampai bagaimana irama gobang dalam memangkas tembakau sehingga nampak rapi dan halus. Hanya dengan perasaan dan jiwa pertembakauan yang sudah menyatu, hasil irisan pun akan berpengaruh pada rasa dan aroma ketika tembakau itu sudah jadi dan siap jual.
Peserta juga diperkenalkan cara menjaga kebersihan alat dan tempat kerja untuk menghindari kontaminasi yang dapat menurunkan kualitas hasil panen.
Gondo menekankan bahwa keterampilan merajang tidak hanya mengandalkan alat, tetapi juga ketelitian dan pengalaman. Semakin seragam hasil rajangan, semakin tinggi pula peluang tembakau memperoleh harga jual yang lebih baik di pasaran.
Keempat materi praktik tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pelatihan Budidaya Tembakau Bapeltan Soropadan pada 13 hingga 16 Juli 2026.
Melalui kombinasi teori dan praktik lapangan, peserta dibekali keterampilan budidaya mulai dari persemaian hingga penanganan hasil panen agar mampu menghasilkan tembakau berkualitas tinggi.***

Share This Article
error: Content is protected !!