Terapkan Filosofi “Ilmu Roso”, Kepala BGN Sudaryono Tekankan Tanggung Jawab dan Kepemimpinan kepada Kepala SPPG

2 Min Read
Kepala BGN yang baru, Sudaryono ketika memberikan arahannya kepada relawan sppg. (Foto: tangkapan layar video)

Terapkan Filosofi “Ilmu Roso”, Kepala BGN Sudaryono Tekankan Tanggung Jawab dan Kepemimpinan kepada Kepala SPPG

Jakarta, DMNETWORK – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menekankan pentingnya bekerja dengan standar operasional prosedur (SOP) yang dipadukan dengan hati nurani dan rasa tanggung jawab saat memberikan pengarahan kepada para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam kunjungannya, Sudaryono menegaskan bahwa menjalankan tugas tidak cukup hanya berorientasi pada rutinitas kerja. Menurutnya, setiap kepala SPPG harus memiliki jiwa pengabdian dan kepemimpinan karena program yang dijalankan berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.
“Jangan hanya berangkat bekerja, menghabiskan jam kerja lalu pulang. Tugas ini adalah pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” pesannya di hadapan para kepala SPPG.
Sudaryono juga mengingatkan bahwa seorang kepala SPPG merupakan pemimpin yang bertanggung jawab atas seluruh timnya. Karena itu, ia meminta para kepala SPPG berani bersikap tegas apabila terdapat bawahan yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan.
“Kamu di sini komandannya. Anak buah salah, komandannya yang bertanggung jawab. Harus tegas jika bawahan tidak patuh, karena ini bukan sekadar bekerja, tetapi pengabdian,” tegasnya.»
Selain menekankan disiplin dan kepemimpinan, Sudaryono memperkenalkan filosofi Jawa ilmu roso sebagai nilai yang perlu diterapkan dalam memberikan pelayanan. Menurutnya, meskipun seluruh SOP telah dipenuhi, seseorang tetap harus menggunakan kepekaan rasa agar hasil pekerjaan benar-benar layak dan berkualitas.
Ia mencontohkan saat menyajikan makanan kepada penerima manfaat. Walaupun prosedur penyajian telah dilakukan dengan benar, petugas tetap perlu menilai apakah tampilan dan porsi makanan sudah pantas disajikan.
«”Ketika kita menata nasi dan sayur, SOP-nya sudah benar. Tapi kalau kita lihat masih ora luwes, maka roso dipakai,” ujarnya.»
Melalui pesan tersebut, Sudaryono berharap seluruh kepala SPPG mampu menggabungkan disiplin terhadap SOP dengan kepekaan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sehingga kualitas pelayanan dalam program pemenuhan gizi dapat terus terjaga. (Nur sidiq)
Share This Article
error: Content is protected !!