SURAKARTA, DMNETWORK – Di tengah perubahan pola perdagangan yang semakin dipengaruhi pusat perbelanjaan modern dan transaksi digital, keberadaan pasar tradisional tetap menjadi ruang ekonomi yang tidak tergantikan bagi masyarakat. Dari pasar-pasar rakyat inilah ribuan pedagang menggantungkan penghidupan sekaligus menggerakkan perputaran ekonomi lokal.
Semangat itulah yang mewarnai pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Surakarta yang berlangsung di kawasan Manahan, Surakarta, Senin (9/6/2026).
Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APPSI Jawa Tengah, Suwanto, SE, MM. Pelantikan diawali dengan pembacaan syahadat bagi pengurus yang beragama Islam sebagai simbol komitmen moral dalam mengemban amanah organisasi.
Momentum tersebut semakin bermakna dengan penyerahan bendera organisasi dari Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, kepada Ketua DPD APPSI Kota Surakarta, Muzaki Amna. Penyerahan bendera itu menjadi simbol dukungan Pemerintah Kota Surakarta terhadap penguatan peran pedagang pasar sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.
Dalam sambutannya, Muzaki Amna menyampaikan rasa syukur atas kesediaan Wali Kota Surakarta untuk menjadi pembina APPSI Kota Surakarta. Menurut dia, kehadiran pemerintah daerah menjadi energi penting bagi organisasi dalam memperjuangkan kepentingan para pedagang pasar.
“Kita harus bekerja keras untuk memakmurkan pedagang. APPSI adalah rumah bagi para pedagang. Tugas kita adalah mencari cara agar pedagang mampu memberdayakan seluruh aspek ekonomi rakyat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pasar tradisional tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, melainkan juga sebagai pusat interaksi sosial dan penggerak ekonomi masyarakat lapisan bawah.
“Pasar adalah jantung ekonomi rakyat. Karena itu kita semua harus menjaga keberadaan pasar tradisional agar tetap hidup, berkembang, dan mampu bersaing dengan perubahan zaman,” katanya.
Muzaki menambahkan, APPSI akan hadir mendampingi para pedagang dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari peningkatan daya saing usaha, penataan pasar, hingga penguatan komunikasi antara pedagang dan pemerintah daerah.
Komitmen tersebut menjadi penting mengingat Surakarta selama ini dikenal sebagai salah satu kota dengan tradisi pasar rakyat yang kuat. Pasar-pasar seperti Pasar Gede, Pasar Klewer, Pasar Legi, hingga berbagai pasar tradisional di tingkat kecamatan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang melibatkan ribuan pelaku usaha mikro dan kecil.
Di tengah transformasi ekonomi perkotaan, keberadaan APPSI diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan pedagang pasar. Organisasi ini juga diharapkan mampu memastikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi pedagang dapat tersampaikan serta memperoleh solusi yang tepat.
Pelantikan DPD APPSI Kota Surakarta menjadi penanda dimulainya konsolidasi organisasi pedagang pasar di Kota Bengawan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif para pedagang, pasar rakyat diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang modern, tertata, dan tetap berakar pada budaya perdagangan tradisional yang menjadi identitas Surakarta. Rist