Don Muzakir: APPSI Harus Membela Pedagang Pasar, Bukan Menjadi Benalu

4 Min Read
Don Muzakir ketua harian APPSI nasional ketika mendampingi pengukuhan DPD APPSI Surakarta

SURAKARTA, DMNETWORK — Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Don Muzakir, menegaskan bahwa keberadaan APPSI harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pedagang pasar tradisional.

Menurut dia, organisasi pedagang tidak boleh hanya hadir sebagai pelengkap administrasi atau sekadar papan nama. Sebaliknya, APPSI harus menjadi organisasi yang hidup di tengah pasar dan memperjuangkan kepentingan para pedagang.

Hal tersebut disampaikan Don Muzakir saat menghadiri pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) APPSI Kota Surakarta di Manahan, Selasa (9/6/2026).

- Iklan -
Ad imageAd image

Dalam arahannya kepada pengurus yang baru dilantik, Don mengingatkan agar seluruh jajaran APPSI menjadikan kepentingan pedagang sebagai prioritas utama dalam setiap program dan kebijakan organisasi.

“Pengurus dan anggota APPSI harus membela pedagang pasar, bukan malah menjadi benalu bagi pedagang pasar,” kata Don.

Menurut dia, pasar tradisional merupakan ruang ekonomi yang menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat. Karena itu, organisasi pedagang harus hadir sebagai pelindung sekaligus penghubung antara pedagang dengan pemerintah.

Don menegaskan bahwa APPSI tidak boleh berjarak dengan para pedagang yang menjadi basis organisasinya.

“Kita bukan organisasi papan nama. APPSI harus menjadi organisasi pasar yang ada di pasar,” ujarnya.

- Iklan -
Ad image

Ia menjelaskan, pasar tradisional merupakan ruang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, pasar juga menjadi pusat interaksi warga yang memiliki latar belakang berbeda.

“Di pasar itu menjadi pusatnya berbagai macam orang,” katanya.

Karena itu, menurut Don, membela pedagang pasar pada hakikatnya merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Dalam kesempatan tersebut, Don juga mengungkapkan sejumlah program yang tengah diperjuangkan APPSI di tingkat nasional. Salah satunya adalah program revitalisasi pasar tradisional.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi yang dimaksud bukan pembangunan pasar baru, melainkan perbaikan fasilitas dan tata kelola pasar yang sudah ada agar lebih nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

“Yang kita dorong adalah revitalisasi pasar, bukan sekadar membangun pasar baru, tetapi memperbaiki pasar yang sudah ada agar lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, APPSI juga telah menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.

Menurut Don, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi pasar rakyat dalam rantai distribusi pangan nasional sekaligus membantu pedagang menghadapi gejolak harga yang kerap terjadi.

“Kita sudah bekerja sama dengan Bulog untuk menjaga stabilitas harga pasar,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, APPSI dan Bulog juga berencana mengembangkan titik-titik distribusi pangan di lingkungan pasar tradisional sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dengan harga yang lebih terjangkau dan pasokan yang lebih stabil.

Don menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat peran pasar tradisional sebagai pusat distribusi pangan masyarakat sekaligus menjaga daya saing pedagang di tengah perubahan pola perdagangan yang semakin dinamis.

Menutup arahannya, Don mengingatkan bahwa perjuangan membela pedagang pasar memiliki nilai sosial yang besar karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

“Semua pemuka agama membela pedagang pasar. Ketika kita membela pedagang pasar, kita sedang ikut menciptakan kesejahteraan bagi warga pasar dan masyarakat di sekitarnya,” kata Don.

Share This Article