Gotong royong warga bersama relawan dan petugas menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan rumah korban.
MAGELANG, DMNETWORK – Sebuah rumah milik Masruri, warga Ngletoh RT 13 RW 06, Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terbakar pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Kebakaran diduga disebabkan korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Api mengakibatkan sejumlah bagian bangunan rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan langit-langit.
Informasi mengenai kebakaran tersebut pertama kali disampaikan warga sekitar. Marni, tetangga yang tinggal di depan rumah korban, melihat kejadian tersebut dan segera melaporkannya sehingga informasi dapat diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran dan LPBI NU Secang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, asap pertama kali terlihat dari bagian kamar rumah. Saat kejadian, ibu korban berada di rumah dan sedang memasak, sedangkan anaknya tengah mandi.
Mendapat laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran dari wilayah Kabupaten dan Kota Magelang dikerahkan ke lokasi. Satu unit mobil pemadam dilaporkan turut membantu proses penanganan kebakaran.
Setelah api berhasil dikendalikan, penanganan dilanjutkan dengan membersihkan material bangunan yang terbakar. Warga bersama relawan LPBI NU Secang dan sejumlah unsur terkait bergotong royong membersihkan puing-puing yang berserakan di sekitar rumah.
Salah satu pihak yang ikut dalam penanganan, Sarmuji, mengatakan informasi awal mengenai kebakaran diterima dari Marni.
“Informasi datang dari Bu Marni, tetangga depan rumah, kemudian kita teruskan ke Damkar dan LPBI Secang. Alhamdulillah, siang ini tim terus bertambah membantu pembersihan puing,” kata Sarmuji.
Butuh Material Bangunan dan Sembako
Selain membersihkan rumah, warga dan relawan juga mulai memperhatikan kebutuhan keluarga korban setelah kebakaran.
Sejumlah kebutuhan yang dinilai mendesak antara lain genting, kayu atau usuk untuk perbaikan bangunan, serta bahan kebutuhan pokok atau sembako.
Kebakaran menyebabkan sebagian bangunan rumah rusak sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut sebelum dapat kembali digunakan secara optimal.
Gotong royong warga bersama relawan dan petugas menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan rumah korban. Dukungan masyarakat diharapkan dapat membantu keluarga Masruri memenuhi kebutuhan mendesak setelah kebakaran.
Hingga Sabtu siang, proses pembersihan puing dan pengamanan bagian rumah yang terdampak kebakaran masih dilakukan secara gotong royong. (Nur sidiq)