Prabowo Ajak Pengusaha Rusia Bangun Industri di Indonesia, Kerja Sama Didorong ke Proyek Nyata

4 Min Read
Prabowo Ajak Pengusaha Rusia Bangun Industri di Indonesia, Kerja Sama Didorong ke Proyek Nyata (dok istimewa)

DMNETWORK.COM – VLADIVOSTOK — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menawarkan arah baru dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia. Bukan hanya memperbesar perdagangan, pemerintah mendorong pengusaha Rusia menanamkan modal dan membangun industri bersama di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Di hadapan para kepala negara, kepala pemerintahan, pejabat, dan pelaku usaha, Prabowo menegaskan Indonesia terbuka terhadap penguatan kerja sama ekonomi dengan Rusia.

Ruang kerja sama yang ditawarkan mencakup investasi, produksi bersama, pembangunan industri, hingga penciptaan nilai tambah.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Datanglah ke Indonesia. Bekerjalah bersama kami. Berproduksilah bersama kami. Mari kita membangun industri bersama. Mari kita menciptakan nilai bersama,” kata Prabowo.

Indonesia Ditawarkan sebagai Basis Produksi

Prabowo juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu pintu menuju pasar ASEAN dan Indo-Pasifik.

Dengan membangun industri di Indonesia, pelaku usaha Rusia dinilai memiliki peluang untuk tidak hanya menyasar konsumen domestik, tetapi juga memperluas jangkauan produknya ke kawasan.

“Dan dari Indonesia, mari kita bersama-sama menjangkau pasar ASEAN dan Indo-Pasifik yang lebih luas,” ujarnya.

Dengan demikian, tawaran investasi Indonesia kepada Rusia diarahkan pada pembentukan rantai kegiatan ekonomi yang lebih panjang, mulai dari produksi hingga perluasan pasar.

- Iklan -
Ad image

Danantara dan RDIF Didorong Masuk Tahap Pembiayaan

Untuk mendukung hubungan investasi tersebut, Prabowo memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Presiden menyebut Danantara sebagai sovereign wealth fund dengan aset kelolaan senilai USD1 triliun.

Menurutnya, Danantara dapat menjadi jembatan yang mempertemukan kepentingan strategis dan modal Indonesia dengan Rusia.

“Danantara dapat menjadi jembatan tempat pasar modal serta tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu,” lanjutnya.

Prabowo juga menyoroti peluang kolaborasi Danantara dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF).

Kerja sama kedua lembaga tersebut diharapkan tidak berhenti pada identifikasi peluang. Prabowo mendorong agar hubungan itu bergerak menuju pembiayaan proyek-proyek yang layak secara finansial.

“Danantara dan sovereign wealth fund Rusia, Russian Direct Investment Fund atau RDIF, dapat bergerak dari sekadar mengidentifikasi peluang menuju pembiayaan proyek-proyek yang layak secara finansial,” tegasnya.

Investasi Diminta Punya Ukuran yang Jelas

Prabowo kemudian menekankan pentingnya memastikan setiap kesepakatan ekonomi menghasilkan proyek yang nyata.

Menurutnya, kerja sama tidak cukup hanya diwujudkan dalam bentuk penandatanganan ataupun pernyataan bersama.

Setiap proyek harus memiliki kejelasan mengenai nilai investasi, skema pembiayaan, target, serta tahapan pelaksanaannya.

“Setiap kesepakatan yang diumumkan harus menyebutkan nilainya, skema pembiayaannya, serta tahapan pelaksanaannya,” ujar Prabowo.

Pesan tersebut menjadi bagian dari dorongan pemerintah agar hubungan ekonomi Indonesia-Rusia bergerak dari tahap penjajakan menuju implementasi yang dapat diukur.

EEF ke-11 sendiri tidak hanya menjadi forum untuk menarik investasi ke wilayah Timur Jauh Rusia, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi Rusia dengan negara-negara Asia dan Asia-Pasifik.

Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut merupakan pemenuhan undangan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ini menjadi kali kedua Prabowo menghadiri forum ekonomi di Rusia setelah pada Juni 2025 menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) sebagai tamu kehormatan.(*)

Share This Article
error: Content is protected !!