KADIN Dorong Kolaborasi Pemerintah, Industri dan Kampus Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

3 Min Read
KADIN dorong kolaborasi pemerintah, industri, kampus, dan investor untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. (mr/DMNetwork)

DMNETWORK — MAGELANG, – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, investor, dan industri untuk mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kegiatan Go-See and Pitch Trip Kunjungan Industri ke PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan itu menjadi ruang pembelajaran langsung mengenai operasional industri kendaraan listrik, penguatan manufaktur nasional, business pitching, jejaring strategis, serta transfer pengetahuan mengenai praktik industri.

Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie hadir bersama jajaran KADIN Indonesia, pimpinan industri, akademisi, serta perwakilan pemerintah.

- Iklan -
Ad imageAd image

Sejumlah unsur perguruan tinggi juga terlibat dalam agenda tersebut, termasuk kalangan akademisi dan peserta dari bidang teknis, khususnya yang berkaitan dengan teknologi dan elektro.

Keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting karena pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan investasi dan fasilitas manufaktur, tetapi juga sumber daya manusia yang menguasai teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan KADIN menilai dukungan Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat terhadap pengembangan industri kendaraan listrik menjadi momentum penting bagi penguatan investasi manufaktur berkelanjutan di Indonesia.

Dukungan pemerintah, dunia usaha, dan akademisi diperlukan agar investasi kendaraan listrik tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi berkembang menjadi ekosistem industri yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

KADIN juga memiliki inisiatif melalui KADIN Net Zero yang diarahkan untuk memperkuat agenda dunia usaha menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.

- Iklan -
Ad image

Dalam paparannya, Menteri LH Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pembangunan ekosistem kendaraan listrik merupakan bagian dari transformasi ekonomi menuju industrialisasi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

Menurut Jumhur, ekosistem kendaraan listrik membutuhkan keterhubungan antara riset, inovasi, investasi, industri, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

“Keberhasilan pengembangan industri kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan membangun pabrik, tetapi harus didukung oleh ekosistem yang kuat,” ujar Jumhur.

Ekosistem tersebut mencakup pengembangan baterai, manufaktur komponen, infrastruktur pengisian daya, hingga pengelolaan dan daur ulang baterai berbasis ekonomi sirkular.

Dalam kerangka tersebut, kunjungan industri ke PT VKTR Sakti Industries menjadi contoh bagaimana ruang kolaborasi dapat dibangun secara langsung antara dunia usaha, pemerintah dan akademisi.

Agenda tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung fasilitas perakitan kendaraan listrik sekaligus memahami tantangan dan peluang pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Jumhur berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat mempercepat lahirnya inovasi, investasi, dan kemitraan strategis.

Dengan demikian, Indonesia diharapkan tidak sekadar menjadi konsumen kendaraan listrik, tetapi mampu menjadi produsen dan bagian penting dari rantai pasok kendaraan listrik global.***

Share This Article
error: Content is protected !!