MAKKAH, DMNET — Imam Masjid Nabawi, Ali Al-Hudhaify, menekankan pentingnya menjaga kemurnian tauhid dan persatuan umat Islam dalam khutbah Arafah 1447 Hijriah di Masjid Namira, Padang Arafah.
Dalam khutbah yang disiarkan ke puluhan negara dan diterjemahkan ke lebih dari 35 bahasa itu, Syekh Ali mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan ruang untuk pertentangan politik maupun propaganda kelompok.
“Haji adalah ibadah yang dibangun di atas tauhid dan ketundukan kepada Allah,” demikian salah satu pesan utama yang disampaikan dalam khutbah tersebut.
Syekh Ali juga mengajak jutaan jamaah haji untuk menjaga persaudaraan sesama Muslim. Menurut dia, perbedaan bangsa, bahasa, maupun warna kulit melebur dalam kesetaraan ketika seluruh jamaah mengenakan ihram dan berdiri bersama di Padang Arafah.
Selain menyoroti makna spiritual haji, ia mengingatkan jamaah agar menjaga ketertiban selama menjalankan rangkaian ibadah. Jamaah diminta mengikuti arahan petugas keamanan dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kekhusyukan maupun keselamatan bersama.
Dalam khutbahnya, Hari Arafah disebut sebagai salah satu hari paling agung dalam Islam karena menjadi momentum doa, pengampunan dosa, dan refleksi diri bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Khutbah Arafah tahun ini juga memuat doa-doa untuk perdamaian dunia Islam serta keselamatan para jamaah haji yang sedang menjalankan puncak ibadah di Tanah Suci.
Suasana Padang Arafah pada pelaksanaan wukuf tahun ini dipenuhi lautan pakaian ihram putih. Jutaan jamaah tampak khusyuk mengikuti khutbah dan berdoa sejak siang hingga matahari terbenam, dalam salah satu momen paling sakral dalam rangkaian ibadah haji.