HY-100 Dinilai Percepat Modernisasi Pertanian, Senator David Waromi Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Ketahanan Pangan

4 Min Read
Senator Pdt. David Harold Waromi dan Prof. J.W. Saputro, dosen Universitas Pertahanan RI saat menerima bingkisan Drone HY-100 mini dari pemimpin perusahaan teknologi dirgantara asal China, Ursa Aeronautical Technology (UAT) Co., Ltd.

JAKARTA, DMNETWORK – Pesawat tanpa awak HY-100 mulai mendapat perhatian sebagai salah satu inovasi yang berpotensi mempercepat modernisasi sektor pertanian sekaligus memperkuat sistem logistik di wilayah terpencil. 

Teknologi yang telah digunakan di Tiongkok itu dinilai dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia apabila didukung regulasi, infrastruktur, dan kesiapan sumber daya manusia.

HY-100 telah mengantongi Operation Certificate dari Civil Aviation Administration of China (CAAC) dan mulai dioperasikan di kawasan Beidahuang, timur laut Tiongkok, salah satu lumbung pangan terbesar di negara tersebut.

Dalam praktek kerjanya, pesawat tanpa awak tersebut dimanfaatkan untuk mendukung budidaya padi, jagung, dan kedelai. Teknologi ini diklaim mampu melakukan penyemprotan hingga 120 hektare lahan dalam satu jam dengan ketinggian operasi sekitar empat meter di atas permukaan tanah (Above Ground Level atau AGL). Dari sisi operasional, biaya penggunaan juga disebut dapat ditekan hingga sekitar 50 persen dibandingkan pesawat berawak.

Perkembangan teknologi tersebut turut menjadi perhatian Anggota DPD RI asal Papua, Senator Pdt. David Harold Waromi. Dalam rangkaian kunjungan kerja di Tiongkok, David Waromi bersama Prof. J.W. Saputro, dosen Universitas Pertahanan RI, mengunjungi perusahaan teknologi dirgantara asal Tiongkok, Ursa Aeronautical Technology (UAT) Co., Ltd.

- Iklan -
Ad imageAd image

Pada kesempatan itu, keduanya menerima bingkisan berupa miniatur Drone HY-100 dari pimpinan perusahaan sebagai simbol persahabatan sekaligus komitmen awal untuk menjajaki peluang kerja sama pengembangan teknologi dirgantara dan pertanian modern.

David Waromi mengatakan, Indonesia membutuhkan lompatan teknologi agar sektor pertanian mampu menjawab tantangan produksi pangan di masa depan, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses seperti Papua.

“Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Jika inovasi seperti HY-100 dapat diterapkan sesuai kebutuhan Indonesia, saya optimistis produktivitas pertanian akan meningkat dan distribusi logistik ke daerah terpencil menjadi lebih efektif,” ujar David Waromi.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Papua itu menilai modernisasi pertanian merupakan bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan sebagaimana menjadi salah satu agenda strategis Presiden Prabowo Subianto.

Menurut David, pembangunan sektor pangan tidak cukup hanya mengandalkan perluasan lahan, tetapi juga harus didukung pemanfaatan teknologi, riset, inovasi, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

- Iklan -
Ad image

Sementara itu, jajaran pimpinan Ursa Aeronautical Technology (UAT) Co., Ltd. menyampaikan komitmennya untuk membuka peluang kolaborasi dengan Indonesia dalam pengembangan teknologi pesawat tanpa awak. Perusahaan tersebut juga menyatakan kesiapan berbagi pengalaman, transfer teknologi, serta mendukung pelatihan operator apabila kerja sama dikembangkan pada tahap berikutnya.

Meski menawarkan berbagai keunggulan, implementasi HY-100 di Indonesia tetap memerlukan kajian menyeluruh. Regulasi penerbangan, aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, kondisi geografis, hingga penguatan kapasitas operator menjadi faktor yang harus dipersiapkan sebelum teknologi tersebut diterapkan secara luas.

David Waromi berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi internasional yang mampu menghadirkan teknologi tepat guna bagi petani Indonesia.

“Target swasembada pangan membutuhkan keberanian menghadirkan inovasi. Indonesia harus membuka diri terhadap kemajuan teknologi dunia, kemudian menyesuaikannya dengan karakter dan kebutuhan petani di tanah air agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata David. **”

Share This Article