PENAS XVII KTNA Gorontalo Jadi Momentum Konsolidasi Petani Nasional, Tani Merdeka Indonesia Turut Ambil Bagian

3 Min Read
Pengurus Tani Merdeka Indonesia Gorontalo yang turut ambil bagian dalam Penas KTNA (foto: istimewa)

GORONTALO, DMNETWORK – Ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia berkumpul di Kabupaten Gorontalo untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang berlangsung pada 20-25 Juni 2026. Kegiatan lima tahunan tersebut menjadi forum terbesar bagi petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, hingga pemerintah dalam membahas masa depan sektor pangan nasional.

Mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045”, PENAS XVII dibuka oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan dijadwalkan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada puncak kegiatan.

Bagi kalangan petani, PENAS bukan sekadar pertemuan seremonial. Forum ini menjadi ruang konsolidasi nasional untuk bertukar pengalaman, menyampaikan aspirasi, memperkenalkan inovasi, serta memperkuat jejaring antarpetani dan nelayan dari berbagai daerah.

Sejumlah agenda penting telah disiapkan panitia selama pelaksanaan PENAS XVII. Di antaranya Rembug Madya dan Rembug Utama KTNA yang membahas berbagai isu strategis pertanian dan perikanan nasional. Selain itu terdapat Temu Wicara yang mempertemukan petani dan nelayan dengan pemerintah pusat, serta Temu Profesi yang mempertemukan pelaku usaha berdasarkan sektor dan komoditas masing-masing.

- Iklan -
Ad imageAd image

Kegiatan lainnya yang menjadi perhatian peserta adalah Gelar Teknologi Pertanian dan Perikanan, yang menampilkan berbagai inovasi alat mesin pertanian modern, teknologi budidaya, hingga pengembangan pascapanen. Sementara pada kawasan Expo Agribisnis dan Pameran, berbagai produk unggulan daerah, hasil pertanian, perikanan, serta teknologi pendukung produksi dipamerkan kepada peserta dan pengunjung.

Dalam agenda pameran tersebut, Tani Merdeka Indonesia (TMI) turut ambil bagian dengan membuka stan pameran yang menampilkan berbagai program pemberdayaan petani serta perjalanan organisasi dalam mengawal kebijakan yang berpihak kepada petani. Kehadiran TMI menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi petani Indonesia dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Selain pameran dan forum diskusi, peserta PENAS juga akan mengikuti kegiatan Karya Widya Wisata berupa kunjungan lapangan ke sentra-sentra pertanian dan perikanan unggulan di Gorontalo. Kegiatan ini memungkinkan para peserta melihat langsung praktik budidaya, pengelolaan usaha tani, hingga inovasi yang telah diterapkan di daerah tersebut.

Forum kemitraan dan temu bisnis juga menjadi agenda penting dalam PENAS XVII. Melalui kegiatan ini, petani dan kelompok tani dipertemukan dengan dunia usaha, investor, perbankan, dan lembaga keuangan guna membuka peluang kerja sama yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil produksi pertanian.

Di tengah target besar pemerintah mencapai swasembada pangan dalam beberapa tahun mendatang, PENAS XVII KTNA diharapkan menjadi titik temu berbagai gagasan dan solusi dari lapangan. Dari Gorontalo, suara petani Indonesia kembali disatukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045. RIST 

- Iklan -
Ad image
Share This Article