883 Dapur MBG Ditutup, Sudaryono Pastikan Anak Tetap Mendapat Makan Bergizi Gratis
Jakarta, DMNETWORK – Penutupan permanen terhadap 883 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengurangi hak anak-anak sebagai penerima manfaat. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Menurut Sudaryono, BGN telah menyiapkan skema distribusi baru agar seluruh penerima manfaat tetap memperoleh makanan bergizi setiap hari. Porsi yang sebelumnya diproduksi dapur yang ditutup akan dialihkan kepada dapur aktif terdekat yang masih memenuhi standar operasional.
Langkah tersebut dilakukan agar proses pembenahan kualitas tidak mengorbankan pelayanan kepada masyarakat. BGN menilai keselamatan dan kesehatan penerima manfaat tetap menjadi prioritas utama, namun di saat yang sama kesinambungan distribusi makanan juga harus dijaga.
Sudaryono menjelaskan bahwa proses redistribusi telah dipetakan berdasarkan kapasitas masing-masing dapur aktif. Dengan sistem tersebut, wilayah yang terdampak penutupan tetap dapat dilayani tanpa menghentikan program MBG.
Ia juga menegaskan bahwa penutupan dapur bukan berarti pemerintah mengurangi komitmen terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Sebaliknya, langkah tersebut dilakukan agar program nasional ini memiliki kualitas pelayanan yang semakin baik dan dipercaya masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah dapur yang beroperasi, tetapi juga dari mutu makanan yang diterima anak-anak setiap hari. Karena itu, pemerintah memilih memastikan setiap porsi memenuhi standar dibanding mempertahankan dapur yang tidak layak.
BGN akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh jaringan SPPG di Indonesia. Apabila ditemukan pelanggaran serupa, tindakan tegas akan kembali diterapkan tanpa mengurangi hak penerima manfaat untuk memperoleh makanan bergizi.***