DMNETWORK.COM – Persiapan Perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 di Candi Borobudur terus dimatangkan. Sejumlah rangkaian kegiatan keagamaan hingga penyambutan ribuan umat Buddha dari berbagai daerah dan mancanegara dipastikan berjalan sesuai rencana menjelang puncak perayaan Waisak pada 31 Mei 2026 mendatang.
Anggota DPD RI asal Papua, David Harold Waromi turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2026 kepada seluruh umat Buddha di Indonesia.
Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan wujud toleransi antarumat beragama di tengah berlangsungnya persiapan Waisak yang kembali dipusatkan di kawasan Borobudur.
Menurut David Harold Waromi, momentum Waisak bukan hanya menjadi perayaan spiritual umat Buddha, namun juga simbol persatuan, kedamaian, serta harmonisasi keberagaman bangsa Indonesia.
Ia menilai semangat toleransi dan persaudaraan yang tercermin dalam perayaan Waisak perlu terus dijaga di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Rangkaian kegiatan Waisak dimulai sejak 28 Mei 2026 dengan pelaksanaan Dhammavicayo di Griya Vipassana Avalokitesvara Mendut serta ritual San Pu Yi Pai di kawasan Borobudur.
Selanjutnya pada 29 Mei 2026 dilaksanakan prosesi pengambilan Api Dharma di Mrapen, Grobogan, yang kemudian dibawa menuju Candi Mendut untuk disakralkan sebagai bagian dari ritual suci Waisak.
Kemudian pada 30 Mei 2026 dilakukan pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Temanggung, serta penyambutan bhikkhu thudong di kawasan Marga Utama Borobudur. Prosesi tersebut diperkirakan kembali menjadi perhatian masyarakat maupun wisatawan yang hadir di kawasan Borobudur.
Puncak Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 akan berlangsung pada 31 Mei 2026 diawali dengan kirab suci dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur mulai pukul 10.00 WIB.
Sekitar 25 ribu umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri diperkirakan hadir mengikuti detik-detik Waisak yang berlangsung tepat pukul 15.44.44 WIB.
Momentum tersebut sekaligus mempertegas Borobudur sebagai pusat perayaan Waisak dunia dan simbol kuat toleransi antarumat beragama di Indonesia.(gk)