Hasyim buka Rakernas, Sudaryono Spill Kunci Transformasi Ekonomi Prabowo: Mulainya dari Pangan

5 Min Read
Saat Hasyim Djoyohadikusuma, ketua dewan pembina Gekira membuka Rakernas Gekira (foto: Istimewa)

Hashim Buka Rakernas GEKIRA 2026, Sudaryono Tegaskan Ketahanan Pangan Jadi Pilar Transformasi Ekonomi Nasional

JAKARTA, DMNETWORK — Upaya mewujudkan transformasi ekonomi nasional tidak dapat dilepaskan dari keberhasilan Indonesia membangun ketahanan pangan. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga ketidakpastian geopolitik, kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dinilai menjadi fondasi penting bagi kemandirian ekonomi.

Pesan itu mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) 2026 yang berlangsung di Jakarta, 12-14 Juni 2026. Forum yang mengusung tema Transformasi Ekonomi Nasional dalam Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tersebut dibuka oleh Ketua Dewan Pembina GEKIRA, Hashim S. Djojohadikusumo.

Dalam sambutannya, Hashim menekankan pentingnya dukungan seluruh elemen bangsa terhadap agenda pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, transformasi ekonomi yang sedang dijalankan pemerintah memerlukan partisipasi aktif masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh kekuatan sosial yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan politik nasional.

- Iklan -
Ad imageAd image

Salah satu pembicara yang mendapat perhatian dalam Rakernas tersebut adalah Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Di hadapan peserta Rakernas dari berbagai daerah, Sudaryono menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan lagi sekadar isu sektor pertanian, melainkan bagian dari strategi besar negara dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas ekonomi.

“Ketahanan pangan bukan sekadar soal produksi beras atau komoditas pertanian, tetapi soal kedaulatan bangsa. Presiden Prabowo memiliki komitmen yang sangat kuat agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya,” ujar Sudaryono.

Menurut Sudaryono, berbagai negara saat ini mulai menyadari bahwa pangan telah menjadi instrumen strategis yang menentukan kekuatan suatu bangsa. Karena itu, Indonesia tidak boleh bergantung pada pasokan luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan sejumlah langkah strategis guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut mencakup peningkatan produksi pertanian, optimalisasi lahan, rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi, modernisasi alat dan mesin pertanian, hingga penguatan rantai distribusi pangan dari hulu hingga hilir.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah juga mempercepat berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari target besar mewujudkan swasembada pangan yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

- Iklan -
Ad image

Sudaryono menilai keberhasilan agenda tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat, organisasi sosial, dan relawan menjadi faktor penting dalam memastikan program-program pembangunan berjalan efektif di lapangan.

“Kita telah bersama-sama berjuang dan memberikan kepercayaan kepada Presiden Prabowo. Setelah kemenangan diraih, tugas kita adalah mengawal agar seluruh program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” katanya.

Selain menyoroti sektor pangan, Sudaryono juga menekankan pentingnya pembenahan tata kelola pemerintahan sebagai syarat utama keberhasilan transformasi ekonomi nasional. Menurut dia, berbagai kebocoran yang selama ini terjadi harus dihentikan agar sumber daya negara dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan.

Ia menyinggung praktik korupsi, penyimpangan anggaran, over invoicing, hingga transfer pricing yang selama bertahun-tahun menjadi hambatan bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ketika pemerintah memperbaiki sistem dan menutup ruang-ruang penyimpangan, tentu ada pihak-pihak yang merasa terganggu. Tetapi langkah ini harus dilakukan karena tujuan akhirnya adalah menghadirkan pemerintahan yang lebih bersih, lebih efektif, dan lebih berpihak kepada rakyat,” ujar Sudaryono.

Menurut dia, transformasi ekonomi yang dicanangkan Presiden Prabowo tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka-angka makro ekonomi, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama petani, pelaku UMKM, dan kelompok ekonomi produktif lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga mengajak kader GEKIRA untuk mengambil peran aktif dalam menjelaskan berbagai program pemerintah kepada masyarakat. Ia menilai komunikasi yang baik diperlukan agar publik memahami arah pembangunan nasional secara utuh serta tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Rakernas GEKIRA 2026 menjadi salah satu forum konsolidasi organisasi yang membahas berbagai agenda strategis pemerintahan, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, penguatan koperasi, pemberdayaan UMKM, hingga transformasi ekonomi nasional.

Melalui forum tersebut, GEKIRA menegaskan komitmennya untuk mengawal berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Rist

Share This Article