Sudaryono Berbagi Kisah Perjalanan Bersama Prabowo dalam Kopdar Kebangsaan di UGM

2 Min Read
Mas Dar berbagi kisah kebersamaannya dengan Prabowo dihadapan mahasiswa ( foto: istimewa)

Kopdar Kebangsaan di UGM, Dialog Sudaryono Disambut Antusias Mahasiswa

YOGYAKARTA, DMNETWORK – Ratusan mahasiswa dan sivitas akademika mengikuti dialog kebangsaan bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam.

Kegiatan yang mengusung tema “Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa” itu berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Sudaryono hadir bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Sejak awal acara, suasana dialog terasa cair. Sudaryono membuka pertemuan dengan sejumlah cerita dan pengalaman masa mudanya yang disampaikan secara santai. Beberapa kali peserta yang memenuhi ruangan tampak tertawa dan memberikan tepuk tangan saat ia menyisipkan candaan ringan di sela-sela pemaparannya.

- Iklan -
Ad imageAd image

Antusiasme peserta juga terlihat ketika layar utama menampilkan dokumentasi perjalanan hidup Sudaryono, termasuk sejumlah foto saat masih menjadi mahasiswa. Tayangan tersebut menarik perhatian peserta yang sebagian mengabadikan momen itu menggunakan telepon genggam mereka.

Dalam dialog tersebut, Sudaryono turut mengisahkan perjalanan awal kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Melalui pengalaman yang dibagikannya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman pandangan serta dinamika sosial dan politik yang berkembang.

Menurut Sudaryono, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi fondasi bersama dalam merawat persatuan dan membangun masa depan bangsa.

Mahasiswa yang hadir memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai berbagai isu kebangsaan, kepemudaan, hingga peran generasi muda dalam pembangunan nasional. Diskusi berlangsung terbuka dengan suasana yang akrab, memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan secara langsung antara mahasiswa dan para narasumber.

Sejumlah peserta menilai forum semacam itu penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan kalangan kampus. Selain menjadi ruang dialog, kegiatan tersebut juga dinilai mampu menghadirkan perspektif yang lebih luas mengenai tantangan dan peluang pembangunan Indonesia ke depan.

- Iklan -
Ad image

Dialog yang berlangsung hingga malam hari itu menjadi wadah pertemuan gagasan antara pemerintah dan mahasiswa dalam suasana yang santai, namun tetap sarat dengan pesan kebangsaan dan semangat persatuan. gk

Share This Article