Sudaryono: Perjuangan Saya adalah Perjuangan untuk Kesejahteraan Petani

3 Min Read
Sudaryono, saat memberi arahan penutup Diklat TMI angkatan 2 Bapeltan Temanggung (foto: joashua)

TEMANGGUNG, DMNETWORK – Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Sudaryono, menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) TMI Angkatan II Jawa Tengah dengan pesan yang menekankan pentingnya pengabdian kepada petani sebagai bagian dari perjuangan membangun bangsa.

Dalam amanat penutupan di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Sabtu (4/7/2026) malam, Sudaryono menyebut Jawa Tengah memiliki arti khusus dalam perjalanan hidup dan perjuangannya.

“Jawa Tengah ini saudara tua saya. Jauh sebelum Tani Merdeka hadir di pelosok-pelosok Nusantara, Jawa Tengah sudah menjadi sahabat perjuangan saya. Karena itu saya merasa memiliki utang untuk ikut memperjuangkan kesejahteraan petani di Jawa Tengah,” kata Sudaryono.

- Iklan -
Ad imageAd image

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong berbagai program yang berpihak kepada petani. Menurutnya, Tani Merdeka Indonesia harus menjadi mitra yang mampu memperkuat posisi petani agar semakin sejahtera melalui berbagai kebijakan dan program pemberdayaan.

“Apalagi untuk Tani Merdeka Indonesia di Jawa Tengah, apa pun yang bisa kita dorong demi kepentingan petani akan kita perjuangkan bersama,” ujarnya.

Menjelang akhir amanatnya, Sudaryono mengajak seluruh peserta diklat untuk menjadikan pendidikan yang telah dijalani sebagai titik awal pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat. Ia berharap setiap kader kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru dan karakter yang semakin matang.

“Perjuangan saya untuk petani adalah perjuangan untuk kesejahteraan petani,” tuturnya.

Sudaryono juga menyampaikan harapannya agar seluruh peserta memperoleh keberkahan dalam menjalankan tugas sebagai kader organisasi.

- Iklan -
Ad image

“Setelah diklat ini, saya berharap kita semua menjadi insan yang lebih baik dari hari ini,” katanya.

Di penghujung sambutan, Sudaryono menutup amanatnya dengan doa agar seluruh peserta senantiasa berada dalam lindungan dan hidayah Tuhan Yang Maha Esa. Ia mengingatkan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan manusia tidak akan berarti tanpa pertolongan dan kasih sayang Allah.

Menurutnya, sebesar apa pun usaha yang dilakukan, manusia tetap harus menjaga kerendahan hati, bersyukur atas setiap nikmat, serta menjadikan kebaikan sebagai landasan dalam mengabdi kepada sesama. Pesan filosofis itu disampaikan sebagai penutup rangkaian Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan II Jawa Tengah yang berlangsung dalam suasana khidmat di bawah cahaya api unggun.

Share This Article