Ribuan Umat Buddha Mulai Padati Candi Mendut, Ikuti Kirab Asalha Mahapuja Menuju Borobudur

3 Min Read
Ribuan umat Budha memenuhi candi Mendut dalam acara Kirab Asalha Mahapuja (foto: istimewa)

Senang bisa bertemu dengan umat dari berbagai daerah,” ujarnya.

MAGELANG, DMNETWORK – Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah mulai memadati kawasan Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Minggu (26/7/2026), untuk mengikuti prosesi kirab dalam rangkaian Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026.

Sejak pagi, umat berdatangan mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol kesucian. Selain berkumpul di pelataran Candi Mendut, sebagian umat juga memadati kompleks Vihara Mendut sebelum mengikuti kirab menuju Candi Borobudur.

Di halaman Candi Mendut, empat Kereta Kencana telah disiapkan sebagai bagian dari prosesi yang akan menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer menuju Candi Borobudur.

Salah seorang peserta, Supinto (45), warga Kaloran, Kabupaten Temanggung, mengatakan dirinya rutin mengikuti peringatan Asalha Mahapuja setiap tahun.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Prosesi dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Kalau Waisak kadang-kadang ikut, tetapi Asalha Mahapuja selalu ikut,” ujar Supinto.

Menurut dia, perayaan tersebut bukan hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga kesempatan untuk bertemu dengan umat Buddha dari berbagai daerah.

“Rasanya senang sekali bisa bertemu dengan umat Buddha dari daerah lain,” katanya.

Dalam kirab itu, para peserta membawa bunga sedap malam sebagai bagian dari prosesi persembahan. Mereka juga telah menerima tanda pengenal untuk memasuki kawasan Candi Borobudur.

Hal serupa disampaikan Rutipah (52), umat Buddha asal Keling, Kabupaten Jepara. Ia mengaku selalu menantikan momen kebersamaan yang tercipta dalam perayaan tersebut.

- Iklan -
Ad image

“Senang bisa bertemu dengan umat dari berbagai daerah,” ujarnya.

Peserta lainnya, Doni Refiyanto (31), warga Krecek, Kaloran, Temanggung, mengatakan dirinya selalu mengikuti Asalha Mahapuja setiap tahun. Bahkan, pada penyelenggaraan sebelumnya ia pernah terlibat sebagai panitia.

“Dulu saya pernah menjadi panitia. Setiap Asalha Mahapuja ikut,” katanya.

Menurut Doni, berbeda dengan perayaan Waisak yang tidak selalu ia hadiri, Asalha Mahapuja menjadi agenda yang tidak pernah ia lewatkan karena menghadirkan suasana kebersamaan dengan umat Buddha dari berbagai wilayah.

Sementara itu, untuk menjamin kelancaran kegiatan, sebanyak 656 personel gabungan dikerahkan mengamankan seluruh rangkaian acara.

Personel tersebut berasal dari Polresta Magelang, Tim Gegana Sat Brimob Polda Jawa Tengah, Kodim 0705/Magelang, Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Satpol PP Kabupaten Magelang, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang, serta unsur pengamanan Candi Borobudur dan Candi Mendut.

Seluruh personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memastikan prosesi ibadah dan aktivitas masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pelaksana Harian Wakapolresta Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, mengatakan pengamanan dilakukan secara maksimal sebagai bentuk sinergi antara Polri dan seluruh instansi terkait dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan berskala nasional tersebut.

“Dengan sinergi seluruh unsur pengamanan, kami berharap seluruh rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 dapat berlangsung dengan khidmat, aman, tertib, dan kondusif,” ujar Eko.

Ia menambahkan, aparat berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar umat Buddha dapat menjalankan ibadah dengan tenang, sementara masyarakat dan wisatawan tetap merasa aman dan nyaman selama berada di kawasan Candi Borobudur.***

Share This Article
error: Content is protected !!