Rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026,” kata Hendrikus dalam rapat yang dipantau melalui siaran TV Parlemen.
JAKARTA, DMNETWORK – Kapal induk Giuseppe Garibaldi (C-551) meninggalkan Italia setelah menjalani upacara penurunan bendera terakhir di Taranto, Senin (24/8/2026).
Upacara tersebut menandai berakhirnya masa pengabdian kapal kepada Angkatan Laut Italia setelah lebih dari 40 tahun. Giuseppe Garibaldi mulai bertugas pada 1985 dan kemudian dialihkan untuk Indonesia.
Setelah seremoni terakhir tersebut, kapal memulai pelayaran menuju Indonesia.
Keberangkatan Giuseppe Garibaldi dari Italia menjadi bagian dari proses pengalihan kapal kepada Indonesia. Kapal tersebut nantinya menjadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia.
Dibawa dengan Konsep Joint Crew
Pelayaran menuju Indonesia tidak sepenuhnya dilakukan oleh awak TNI AL.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan Giuseppe Garibaldi akan dibawa ke Indonesia dengan konsep joint crew, yakni melibatkan personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia.
“Mereka akan menyeberang dengan konsep joint crew. Joint crew itu sebagian dari TNI Angkatan Laut dan sebagian dari personel Angkatan Laut Italia,” kata Tunggul saat jumpa pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (13/7/2026).
Menurut Tunggul, TNI AL telah mengirim 100 personel untuk menjalani pelatihan di galangan kapal Fincantieri, Italia.
Pelatihan tersebut dilakukan agar para personel TNI AL memiliki kemampuan untuk mengawaki kapal induk tersebut.
Setelah pelatihan selesai, 100 personel TNI AL itu akan bergabung dengan personel Angkatan Laut Italia dalam pelayaran Giuseppe Garibaldi menuju Indonesia.
Tunggul mengatakan proses pengalihan awak akan dilakukan secara bertahap hingga nantinya seluruh kapal dapat diawaki oleh prajurit TNI AL.
“Kemudian sampai di Indonesia akan terus dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut,” ujar Tunggul.
Dijadwalkan Tiba 20 September
Kementerian Pertahanan sebelumnya memastikan Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026.
Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsda TNI Hendrikus Haris Haryanto menyampaikan jadwal tersebut dalam rapat bersama Komisi I DPR RI pada 20 Juli 2026.
“Rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026,” kata Hendrikus dalam rapat yang dipantau melalui siaran TV Parlemen.
Hendrikus mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan TNI AL, termasuk mengirim 100 personel ke Italia untuk menjalani pelatihan sebagai calon awak kapal induk.
Selain menyiapkan personel, pemerintah juga mempersiapkan fasilitas pendukung di Indonesia.
Teluk Ratai Disiapkan
Pangkalan TNI AL Lampung menjadi salah satu lokasi yang dipersiapkan untuk menerima Giuseppe Garibaldi.
Kadispenal Laksma TNI Tunggul mengatakan Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk tempat labuh dan bersandar kapal tersebut.
“Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodasi tempat labuh maupun bersandar dari (kapal induk) Garibaldi,” kata Tunggul.
Kementerian Pertahanan juga menyebut pembangunan fasilitas pelabuhan di Teluk Ratai telah mencapai 76 persen pada Juli 2026. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung operasional Giuseppe Garibaldi setelah tiba di Indonesia.
Dengan demikian, keberangkatan Giuseppe Garibaldi dari Taranto pada 24 Agustus bukan berarti kapal telah tiba di pangkalan barunya di Lampung.
Kapal masih harus menempuh pelayaran menuju Indonesia dan, berdasarkan jadwal yang disampaikan Kemhan, baru akan tiba pada 20 September 2026.
Belum Berganti Nama Secara Resmi
Dalam sejumlah pemberitaan, Giuseppe Garibaldi disebut akan menggunakan nama KRI Gadjah Mada setelah masuk ke jajaran TNI AL.
Namun, untuk peristiwa 24 Agustus 2026, penyebutan nama tersebut sebagai nama resmi kapal masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari Kementerian Pertahanan atau TNI AL.
Karena itu, kapal lebih tepat disebut Giuseppe Garibaldi dalam pemberitaan mengenai keberangkatannya dari Italia.
Setelah lebih dari empat dekade mengabdi kepada Angkatan Laut Italia, kapal tersebut kini memasuki babak baru.
Giuseppe Garibaldi meninggalkan Taranto menuju Indonesia dengan membawa bukan hanya sejarah panjang Angkatan Laut Italia, tetapi juga harapan baru bagi penguatan kemampuan maritim Indonesia. (Rist)