KEBUMEN, DMNETWORK – Pengurus dan anggota Koperasi Surya Jaya Cabang Muhammadiyah Petanahan, Kabupaten Kebumen, melakukan kunjungan belajar ke Jamal Farming di Padukuhan Barak, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (27/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya koperasi memperluas wawasan anggota, khususnya dalam pengembangan usaha pertanian yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang pemberdayaan petani.
Ketua Koperasi Surya Jaya, Rasdi, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar kunjungan atau studi banding. Menurut dia, koperasi perlu hadir lebih dekat dengan kehidupan dan kebutuhan petani.
“Acara kunjungan ini merupakan bagian daripada pemberdayaan koperasi untuk lebih dekat dengan petani,” kata Rasdi.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari pengembangan budidaya nanas jumbo dan jamur yang dilakukan Jamal Farming. Pengelolaan pertanian di tempat itu dinilai memberikan gambaran bagaimana kegiatan budidaya dapat dikembangkan menjadi usaha yang terintegrasi dengan edukasi, pengolahan dan pemasaran.
Jamal Farming dikembangkan Jamaludin Nur Ridho di Padukuhan Barak I, Margoluwih. Kawasan tersebut berkembang menjadi Kampung Nanas Jumbo berbasis pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan kelompok tani, Kelompok Wanita Tani, PKK, Gapoktan hingga Karang Taruna.
Salah satu varietas yang dikembangkan adalah nanas Smooth Cayenne Filipina. Buahnya dapat mencapai bobot sekitar 2 hingga 5 kilogram. Budidaya bahkan dikembangkan menggunakan galon bekas sebagai media tanam, sehingga memungkinkan diterapkan pada lahan terbatas atau konsep pertanian perkotaan.
Selain nanas, Jamal Farming mengembangkan jamur lingzhi melalui unit usaha Cendawan Jamur Jogya.

Budidayanya dilakukan di dalam kumbung dengan pengaturan suhu sekitar 30 derajat Celsius dan kelembapan 70–80 persen. Jamal Farming juga menjadi lokasi pembelajaran mahasiswa pertanian.
Pengembangan usaha tersebut membuat Jamal Farming tidak hanya menjadi tempat produksi. Kawasan ini juga berkembang sebagai ruang belajar dan eduwisata pertanian. Sejumlah perguruan tinggi telah melakukan riset, magang dan pembelajaran kewirausahaan di lokasi tersebut.
Bahkan pada Agustus 2026, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggandeng Jamal Farming dalam program penguatan daya saing produk jamur lingzhi melalui penerapan teknologi pengolahan.
Bagi anggota Koperasi Surya Jaya Muhammadiyah Petanahan, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran untuk melihat peluang pertanian dari sisi yang lebih luas. Koperasi tidak hanya diposisikan sebagai lembaga ekonomi anggota, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan petani dengan pengetahuan, teknologi, jejaring pasar dan model usaha baru.
Konteks ini sejalan dengan keberadaan Muhammadiyah di Kecamatan Petanahan. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Petanahan merupakan salah satu cabang resmi Muhammadiyah di Kabupaten Kebumen. PCM Petanahan berkedudukan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Petanahan, Jalan Laut Nomor 58.
Muhammadiyah Kebumen sendiri memiliki bidang pemberdayaan masyarakat dan ekonomi bisnis sebagai bagian dari struktur program organisasinya. Dengan demikian, penguatan ekonomi anggota melalui koperasi dan pengembangan usaha produktif menjadi salah satu ruang yang dapat dikembangkan di tingkat cabang maupun komunitas.
Kunjungan ke Jamal Farming diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan studi tour. Pengetahuan mengenai budidaya nanas jumbo, jamur, pengolahan hasil dan pemasaran dapat menjadi inspirasi bagi anggota Koperasi Surya Jaya untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal Petanahan.
Dengan pola seperti itu, koperasi dapat mengambil peran lebih jauh: bukan sekadar tempat berhimpun secara ekonomi, melainkan menjadi jembatan antara petani, teknologi, modal, pasar dan pengetahuan. (Eri Wahyuni)