Jika minimal 50 persen kebutuhan bahan baku diambil dari pasar tradisional, roda ekonomi akan bergerak.
MAGELANG, DMNETWORK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Magelang mengusulkan agar sedikitnya 50 persen kebutuhan bahan pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dipenuhi dari pasar tradisional.
Usulan tersebut disampaikan dalam rangkaian pelantikan pengurus DPD APPSI Kabupaten Magelang. Menurut APPSI, keterlibatan pasar tradisional dalam program pemerintah akan memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pedagang.
Ketua DPD APPSI Kabupaten Magelang, Heri Surahman, mengatakan pasar tradisional memiliki kapasitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, sayuran, daging, ikan, telur, hingga bumbu dapur.
Karena itu, menurut dia, pasar tradisional seharusnya menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan pangan bagi program SPPG maupun KDMP.
“Jika minimal 50 persen kebutuhan bahan baku diambil dari pasar tradisional, roda ekonomi akan bergerak. Pedagang memperoleh kepastian pasar, omzet meningkat, dan pasar kembali hidup sebagai pusat ekonomi masyarakat,” kata Heri.
Ia menilai program pemerintah yang membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar semestinya memberikan manfaat langsung kepada pedagang pasar rakyat, bukan hanya kepada pemasok atau distributor berskala besar.
Heri mengatakan APPSI siap menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat ekosistem perdagangan rakyat melalui pemanfaatan pasar tradisional sebagai bagian dari rantai pasok program-program strategis nasional.
Menurut dia, selama beberapa tahun terakhir pasar tradisional menghadapi tantangan akibat perubahan pola belanja masyarakat serta meningkatnya persaingan dengan pasar modern.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pasar tradisional dinilai dapat menjadi langkah untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di pasar rakyat.
“Ketika transaksi di pasar tradisional meningkat, manfaat ekonominya akan dirasakan langsung oleh ribuan pedagang kecil dan pelaku usaha mikro yang selama ini menggantungkan penghasilannya dari aktivitas perdagangan di pasar,” ujarnya.***