“Besuk Pagi Kita Nyari Bubur Jogja Ya”, Ajakan Sederhana Mas Dar Setelah Malam yang Panjang

3 Min Read
Bersama teman teman, setelah insiden di UGM, mas Dar masih sempat ngajak mbubur sarapan pagi

YOGYAKARTA, DMNETWORK — Setelah rangkaian diskusi yang berlangsung dinamis di Universitas Gadjah Mada (UGM), suasana di hotel tempat rombongan menginap perlahan kembali mencair. Ketegangan yang sempat mewarnai forum mulai berganti dengan obrolan santai dan gelak tawa di antara kawan-kawan yang masih berkumpul hingga larut malam.

Di tengah suasana yang mulai hangat itu, Mas Dar tiba-tiba melontarkan ajakan sederhana yang justru mengundang senyum mereka yang berada dalam lingkaran kecil tersebut.

“Besuk pagi kita jalan kapan, nyari bubur Jogja ya?” kata Mas Dar dengan santai.

- Iklan -
Ad imageAd image

Ucapan itu langsung disambut sahutan dari salah satu sahabat yang duduk di sampingnya.

“Janganlah. Dah kita langsung balik kanan ke Jakarta aja, nggak usah ke mana-mana dulu,” jawabnya yang disambut tawa kawan-kawan lainnya.

Bagi mereka yang mengenal Mas Dar, ajakan berburu sarapan bukan sekadar urusan makanan. Di tengah padatnya agenda dan dinamika aktivitas yang dijalani, kebersamaan sering kali justru terbangun dari hal-hal sederhana, seperti menikmati semangkuk bubur hangat pada pagi hari.

Jogja sendiri memiliki salah satu destinasi bubur yang cukup dikenal wisatawan maupun warga lokal, yakni Bubur Hayam Kotabaru di kawasan Kotabaru, Yogyakarta. Tempat ini telah lama menjadi pilihan sarapan favorit karena cita rasanya yang khas dan lokasinya yang dekat dengan berbagai kawasan strategis kota. Bahkan, banyak pelancong menjadikannya sebagai salah satu tujuan kuliner pagi sebelum memulai aktivitas berwisata di Yogyakarta.

Bubur Hayam Kotabaru dikenal dengan tekstur buburnya yang lembut, dipadukan dengan suwiran ayam, cakwe, serta kuah kaldu yang gurih. Warung ini juga hampir selalu ramai pada jam-jam sarapan dan telah menjadi salah satu kuliner legendaris yang melekat dalam ingatan banyak pengunjung Jogja.

- Iklan -
Ad image

Namun pagi itu, rencana berburu bubur tampaknya hanya menjadi bahan candaan yang menghangatkan suasana. Sebab bagi Mas Dar dan kawan-kawannya, yang lebih penting bukanlah semangkuk bubur yang akan dicari, melainkan kebersamaan yang tetap terjaga setelah melewati malam yang panjang.

Begitulah Mas Dar. Di tengah berbagai aktivitas dan dinamika yang dihadapi, ia tetap mampu menemukan ruang untuk bercanda, menghidupkan suasana, dan menjaga keakraban dengan orang-orang di sekelilingnya. Mungkin karena itulah banyak sahabat merasa dekat dan selalu ingin berada di lingkaran pertemanannya.

Share This Article