Bintang Adi Taruna Dorong Sekolah Adiwiyata Jadi Pelopor Lingkungan

3 Min Read
Bintang Adi Taruna dalam diskusi soal lingkungan hidup (foto: istimewa)

Bangun Karakter Generasi Muda Peduli Lingkungan Sejak Dini

MAGELANG, DMNETWORK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang menggelar Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Petunjuk Teknis Program Adiwiyata sebagai bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan sekolah berbudaya lingkungan di Kabupaten Magelang.

Kegiatan yang berlangsung di Pasar Tani Morosuko, Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Jumat (12/6/2026), tersebut dihadiri perwakilan sekolah dari berbagai jenjang se-Kabupaten Magelang, pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), serta Komunitas Banyu Sidi dari Kecamatan Pakis.

Program Adiwiyata merupakan program nasional yang bertujuan membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui penerapan perilaku ramah lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar maupun pengelolaan lingkungan sekolah.

- Iklan -
Ad imageAd image

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai mekanisme pelaksanaan program, indikator penilaian sekolah Adiwiyata, serta strategi membangun kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat.

Selain menghadirkan narasumber dari DLH Kabupaten Magelang, sosialisasi juga menghadirkan anggota DPRD Kabupaten Magelang dari Komisi III, Bintang Adi Taruna dari Fraksi PKB dan Budi Purnomo dari Fraksi Partai Golkar.

Dalam kesempatan itu, Bintang Adi Taruna menegaskan bahwa pendidikan lingkungan hidup harus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Program Adiwiyata bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi membangun kesadaran dan karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Sekolah harus menjadi contoh dalam pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air, dan berbagai upaya menjaga kelestarian lingkungan,” kata Bintang.

Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

- Iklan -
Ad image

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DLH Kabupaten Magelang yang terus mendorong lahirnya sekolah-sekolah berwawasan lingkungan melalui program Adiwiyata.

“Komisi III DPRD Kabupaten Magelang mendukung penuh upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup melalui sektor pendidikan. Investasi terbaik untuk masa depan adalah membangun kesadaran generasi muda agar memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka hidup,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga menyampaikan bahwa program Adiwiyata tahun 2026 akan diikuti oleh sejumlah sekolah dari berbagai jenjang di Kabupaten Magelang. Setelah melalui proses pendampingan dan penilaian, akan dipilih tiga sekolah terbaik yang dinilai berhasil menerapkan prinsip-prinsip Adiwiyata secara konsisten.

Ketiga sekolah tersebut akan mendapatkan penghargaan dan bantuan pembinaan dengan total nilai Rp10 juta sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.

Bintang menilai pemberian penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini bukan semata-mata soal hadiah, tetapi bentuk apresiasi terhadap komitmen sekolah dalam membangun budaya lingkungan. Harapannya, sekolah-sekolah yang berhasil dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Magelang,” tuturnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, DLH Kabupaten Magelang berharap semakin banyak sekolah yang berpartisipasi dalam program Adiwiyata dan mampu menjadi pelopor gerakan pelestarian lingkungan hidup di wilayahnya masing-masing.

Share This Article