SURAKARTA, DMNETWORK – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah menyatakan kesiapan menggelar Diklat dan Pelatihan bagi jajaran pengurus tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah pada awal Juli 2026 mendatang.
Wakil Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Ilham Syah Husein, mengatakan persiapan yang matang dan koordinasi antarpengurus menjadi faktor penting dalam menyukseskan agenda tersebut.
Menurut dia, komunikasi yang intensif perlu terus dilakukan mengingat waktu pelaksanaan kegiatan semakin dekat.
“Jawa Tengah menjadi pilihan pertama pelaksanaan Diklat dan Pelatihan bagi seluruh jajaran pengurus tingkat DPD dari 35 kabupaten/kota. Karena itu, seluruh pengurus harus mempersiapkan kegiatan ini secara maksimal,” kata Ilham, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan agenda yang dicanangkan oleh Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Ilham menuturkan, pelaksanaan Diklat dan Pelatihan tingkat pengurus struktural organisasi di Jawa Tengah menjadi yang pertama dilakukan di tingkat wilayah setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar pada tingkat nasional di Bogor, Jawa Barat.
“Kegiatan di Jawa Tengah ini merupakan tindak lanjut dari Diklat nasional yang telah dilaksanakan sebelumnya. Bedanya, peserta yang mengikuti kegiatan kali ini berasal dari seluruh jajaran pengurus DPD se-Jawa Tengah,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Tani Merdeka Indonesia berharap kapasitas organisasi dan kualitas sumber daya pengurus di daerah dapat semakin meningkat sehingga mampu menjalankan program-program pendampingan petani secara lebih efektif.
Ilham juga mengajak seluruh pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah untuk aktif terlibat dalam proses persiapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
“Semua pengurus harus terlibat aktif, saling berkoordinasi, dan menjaga komunikasi agar agenda besar ini berjalan sukses serta memberikan manfaat bagi organisasi maupun petani,” katanya.