BANYUMAS, DMNETWORK – Di balik berkembangnya jaringan apotek dan toko obat yang kini dimilikinya, Ritam menyimpan kisah perjuangan panjang yang dimulai dari titik paling bawah.
Pria kelahiran 1978 asal Desa Pakuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas itu merintis usahanya dengan keterbatasan modal dan latar belakang pendidikan yang hanya sampai sekolah dasar. Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah pada keadaan.
Sebagai anak kedua dari lima bersaudara, Ritam memilih menempuh jalan hidup dengan bekerja keras, tekun, dan menjaga kepercayaan dalam setiap langkah usahanya. Perlahan, usaha yang dirintis dari nol mulai menunjukkan perkembangan.
Satu per satu cabang apotek dan toko obat berhasil dibuka. Seiring pertumbuhan usaha tersebut, Ritam juga mulai memperluas investasinya ke sektor properti, termasuk rumah kos.
Perjalanan yang tidak mudah itu menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkembang. Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, kehidupan Ritam berangsur berubah hingga mampu membangun sejumlah unit usaha yang kini terus bertumbuh.
Meski demikian, kesuksesan yang diraih tidak membuatnya berubah. Ritam tetap dikenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan masyarakat.
Dalam menjalankan usaha, ia mengaku memiliki satu tokoh yang menjadi panutan, yakni pengusaha nasional Yusuf Hamka. Bagi Ritam, Yusuf Hamka bukan hanya dikenal karena keberhasilannya dalam dunia bisnis, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap masyarakat.
“Saya sangat mengidolakan beliau, baik dari bidang usahanya maupun dari sifatnya yang dermawan dan murah hati. Bagi saya, beliau menjadi sosok yang mencerminkan seorang pengusaha sukses namun tetap peduli terhadap sesama,” kata Ritam.
Menurut dia, keberhasilan seorang pengusaha tidak semata-mata diukur dari besarnya aset atau luasnya jaringan usaha yang dimiliki. Lebih dari itu, kesuksesan juga ditentukan oleh kemampuan seseorang untuk berbagi dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Karena itu, Ritam mengaku ingin terus belajar dan meneladani nilai-nilai yang dicontohkan Yusuf Hamka, terutama dalam hal kepedulian sosial dan semangat berbagi.
Prinsip tersebut kini menjadi motivasi yang terus mendorongnya mengembangkan usaha apotek dan toko obat yang telah dirintis selama bertahun-tahun. Di tengah pertumbuhan bisnis yang terus berjalan, ia berharap tetap dapat menjaga kesederhanaan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (GK)