Don Muzakir Ajak TMI Jambi Bantu Penanganan Karhutla

2 Min Read
Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, di acara rakerwil TMI pertama di Jambi (foto: joashua/DMNetwork)

Kondisi tersebut menempatkan Jambi sebagai salah satu provinsi yang menjadi prioritas pengendalian karhutla secara nasional.

JAMBI, DMNETWORK — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Don Muzakir meminta jajaran organisasi di Provinsi Jambi ikut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ajakan tersebut disampaikan Don Muzakir saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) TMI Provinsi Jambi di The Difan Hotel, Kota Jambi, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Don Muzakir, persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat serta keberlanjutan aktivitas ekonomi warga.

Karena itu, ia meminta anggota organisasi tidak hanya membicarakan persoalan tersebut dari ruang pertemuan, tetapi ikut mengambil bagian dalam upaya pencegahan dan penanganan di lapangan.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Bukan hanya jadi penonton, kita harus turun bantu petugas di lapangan. Ini soal keselamatan lingkungan dan masyarakat kita bersama,” kata Don Muzakir.

Berdasarkan data yang disebutkan dalam kegiatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat akumulasi luas lahan dan hutan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 9 Agustus 2026 mencapai 300,12 hektar. Kebakaran tersebar di tujuh dari 11 kabupaten/kota di Jambi.

Sementara itu, pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 335 titik panas atau hotspot di Provinsi Jambi sepanjang Agustus 2026.

Tanjung Jabung Barat disebut menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, kemudian disusul Muaro Jambi, Sarolangun, dan Merangin.

Kondisi tersebut menempatkan Jambi sebagai salah satu provinsi yang menjadi prioritas pengendalian karhutla secara nasional.

- Iklan -
Ad image

Don Muzakir mengatakan organisasi masyarakat, termasuk kelompok petani, memiliki posisi penting dalam pencegahan kebakaran. Petani berada dekat dengan kawasan pertanian dan perkebunan sehingga dapat ikut mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Rakerwil TMI Jambi selanjutnya diharapkan dapat melahirkan program yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap persoalan lingkungan di daerah. (Joashua)

Share This Article
error: Content is protected !!