WONOGIRI, DMNETWORK — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Don Muzakir meminta jajaran pengurus DPD TMI Kabupaten Wonogiri untuk membangun organisasi secara bertahap dan sesuai kemampuan yang dimiliki.
Pesan tersebut disampaikan Don Muzakir saat memberikan arahan dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Wonogiri, Rabu (10/6/2026).
Di hadapan para pengurus yang baru dikukuhkan, Don menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh besarnya acara atau cepatnya ekspansi organisasi, melainkan oleh konsistensi dalam membangun struktur hingga ke tingkat bawah.
“Kita harus bekerja semampu kita, tidak perlu dipaksakan. Untuk sampai kepada suksesnya TMI Wonogiri, yang penting organisasi ini hadir dan bergerak. Jadi tidak perlu ngoyo,” kata Don Muzakir.
Menurut Don, tantangan membangun organisasi petani di Wonogiri memiliki karakter yang berbeda dibandingkan daerah lain. Wilayah yang terdiri atas 25 kecamatan dan 294 desa itu memiliki bentang alam yang luas, didominasi kawasan perbukitan, pegunungan kapur, serta daerah-daerah pertanian yang berjauhan satu sama lain.
Karena itu, ia meminta pengurus tidak terjebak pada target-target yang terlalu ambisius dalam waktu singkat. Yang lebih penting adalah memastikan keberadaan Tani Merdeka Indonesia benar-benar dirasakan oleh petani di setiap kecamatan.
“Kalau setiap kecamatan bergerak, setiap desa mulai terhubung, maka organisasi ini akan tumbuh dengan sendirinya. Jangan melihat hasil besar dalam waktu singkat, tetapi bangun pondasinya terlebih dahulu,” ujarnya.
Don menilai kondisi geografis Wonogiri justru menjadi alasan mengapa organisasi petani perlu diperkuat. Banyak petani di wilayah perbukitan menghadapi tantangan berbeda dibandingkan petani di daerah dataran rendah, mulai dari keterbatasan air saat musim kemarau, akses distribusi hasil pertanian, hingga pengembangan komoditas yang sesuai dengan karakter lahan.
Dalam konteks tersebut, Tani Merdeka Indonesia diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi dan konsolidasi petani agar berbagai persoalan di tingkat lapangan dapat disampaikan dan diperjuangkan secara bersama-sama.
Rakerda DPD TMI Wonogiri juga menjadi momentum penyusunan program kerja organisasi ke depan. Dengan cakupan wilayah yang luas dan tersebar hingga pelosok desa, pengurus diharapkan mampu menyusun langkah yang realistis, terukur, dan sesuai kebutuhan petani setempat.
Suasana sederhana yang mewarnai pelantikan tersebut seolah selaras dengan pesan yang disampaikan Don Muzakir. Tidak ada kemegahan yang ditonjolkan. Yang hadir justru semangat gotong royong dan tekad untuk membangun organisasi dari bawah, mengikuti karakter masyarakat Wonogiri yang dikenal ulet, sabar, dan terbiasa menghadapi kerasnya kondisi alam pegunungan.
Bagi Tani Merdeka Indonesia, keberhasilan bukan hanya soal jumlah anggota atau besarnya kegiatan, melainkan sejauh mana organisasi mampu hadir di tengah petani dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang mereka hadapi setiap hari. ?(Rist)