Jelang Hari Tani Nasional, Ketua TMI Banokeling Cek Cabai yang Sudah 13 Kali Panen

3 Min Read
Aris Munandar, ketua TMI Banokeling berada di atas lahan cabe milik anggota TNI Banokeling (foto: rist)

Yang menarik, sudah petik ke-13, tetapi tanamannya masih segar dan tetap berbuah

BANYUMAS, DMNETWORK – Menjelang peringatan Hari Tani Nasional 2026, Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Wilayah Adat Banokeling, Aris Munandar, kembali turun menemui petani di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kali ini, Aris melihat langsung perkebunan cabai keriting merah milik Ritam yang berada di kawasan perbukitan wilayah adat Banokeling.

Aris datang didampingi Ritam, yang juga merupakan pengurus TMI Wilayah Adat Banokeling. Dari lokasi tersebut, keduanya melihat tanaman cabai yang masih produktif meski telah memasuki petik ke-13.

Menariknya, menurut Ritam, tanaman cabai tersebut justru masih tampak segar dan terus menghasilkan buah.

- Iklan -
Ad imageAd image

Kondisi itu menjadi perhatian Aris karena produktivitas tanaman tidak hanya ditentukan oleh jumlah buah yang dipanen, tetapi juga bagaimana petani menjaga tanaman agar tetap mampu berproduksi dalam waktu panjang.

“Yang menarik, sudah petik ke-13, tetapi tanamannya masih segar dan tetap berbuah. Ini yang perlu kita lihat dan pelajari dari petani,” kata Aris.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Aris menyambangi petani-petani di wilayah adat Banokeling.

Sebelumnya, Aris juga menghadiri peletakan batu pertama pembangunan lumbung padi TMI Banokeling serta mengunjungi petani tembakau di wilayah tersebut.

Menurut Aris, Hari Tani Nasional tidak semestinya hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Peringatan tersebut dapat diisi dengan melihat langsung kondisi petani, mulai dari persoalan produksi, tanaman, hingga pemasaran hasil pertanian.

- Iklan -
Ad image

Hari Tani Nasional diperingati setiap 24 September. Penetapan tersebut merujuk Keputusan Presiden Nomor 169 Tahun 1963 dan berkaitan dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

“Kalau ingin tahu persoalan petani, ya harus datang ke kebun, ke sawah, dan berbicara langsung dengan petaninya,” ujar Aris.

Bagi Aris, kunjungan ke kebun cabai tersebut sekaligus menjadi cara untuk mendokumentasikan praktik pertanian yang berkembang di tengah masyarakat adat Banokeling.

Dari tanaman cabai yang telah 13 kali dipetik itu, misalnya, terdapat pengalaman petani mengenai cara merawat tanaman agar tetap produktif.

Kegiatan serupa juga dilakukan Aris di sejumlah sentra pertanian lainnya. Sebelum berkunjung ke Pekuncen, ia mencambangi sentra industri gula kristal di wilayah Purbalingga untuk melihat aktivitas petani dan pengolahan hasil pertanian.

Rangkaian kunjungan itu dilakukan menjelang Hari Tani Nasional yang tahun ini diperingati pada Kamis, 24 September 2026. (Rist)

Share This Article
error: Content is protected !!