Jelang Hari Tani Nasional, TMI Banokeling Soroti Ancaman Hama pada Buah Kakao

3 Min Read
Berbicara kepada petani kakao Banokeling, Aris Munandar sempat kaget dengan tanaman kakao yang tumbuh subur di tengah bebatuan (foto: Ritam)

Sebab, hasil pertanian yang terlihat di kebun pada akhirnya menentukan pendapatan petani.

BANYUMAS, DMNETWORK – Persoalan petani tidak hanya berkaitan dengan produksi dan harga. Gangguan hama serta penyakit tanaman juga menjadi persoalan yang ditemui petani di lapangan.

Hal itu terlihat saat Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Wilayah Adat Banokeling, Aris Munandar, mengunjungi perkebunan kakao di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Aris yang didampingi Ritam melihat langsung kondisi tanaman kakao yang buahnya mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut oleh petani disebut berkaitan dengan penyakit busuk buah. Di sisi lain, terdapat pula dugaan buah kakao mengalami kerusakan akibat gangguan hewan seperti kelelawar atau tupai.

- Iklan -
Ad imageAd image

Aris kemudian berdiskusi dengan petani mengenai perlindungan buah kakao.

Salah satu gagasan yang disampaikan adalah penggunaan sistem brongsong atau pembungkusan buah untuk mengurangi risiko serangan hewan pengerat maupun gangguan lain sebelum buah dipanen.

Menurut Aris, perlindungan tanaman perlu menjadi bagian dari perhatian ketika membicarakan kehidupan petani. Sebab, hasil pertanian yang terlihat di kebun pada akhirnya menentukan pendapatan petani.

“Kalau buah kakao banyak rusak sebelum dipanen, tentu petani yang menanggung kerugiannya. Karena itu perlu dicari cara perlindungan yang sesuai dengan kondisi kebun,” kata Aris.

Kunjungan ke kebun kakao tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan rutin Aris kepada petani di wilayah adat Banokeling.

- Iklan -
Ad image

Dalam beberapa hari terakhir, Aris juga melihat langsung kebun cabai keriting merah milik Ritam yang telah memasuki petik ke-13, mengunjungi petani tembakau, serta menghadiri peletakan batu pertama pembangunan lumbung padi TMI Banokeling.

Aris juga sebelumnya mengunjungi sentra industri gula kristal di wilayah Purbalingga.

Rangkaian kunjungan itu dilakukan menjelang Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September. Pemerintah menyebut Hari Tani Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap petani yang berperan penting dalam ketahanan pangan.

Bagi Aris, peringatan Hari Tani Nasional menjadi kesempatan untuk melihat persoalan pertanian dari dekat, bukan hanya dari angka produksi.

Ia menilai persoalan seperti hama, penyakit tanaman, keberlanjutan produksi, hingga pengolahan hasil pertanian merupakan bagian dari keseharian petani yang perlu mendapat perhatian.

“Petani itu bukan hanya soal menanam dan memanen. Ada banyak persoalan yang dihadapi sejak tanaman ditanam sampai hasilnya bisa dijual,” ujar Aris.

Kunjungan lapangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya TMI Wilayah Adat Banokeling untuk menjaga komunikasi dengan petani dan mendengar langsung persoalan yang mereka hadapi di kebun maupun lahan pertanian. (Gris)

Share This Article
error: Content is protected !!