KH Marsudi Syuhud Deklarasikan Kesiapan Maju sebagai Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35 NU

4 Min Read
KH Marsudi Syuhud Siap Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35, Dapat Dukungan dari Sejumlah PWNU dan PCNU (gh/DMNetwork)

DMNETWORK.COM – Peta persaingan menuju kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mengerucut menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Tokoh senior NU, KH Marsudi Syuhud, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU setelah menerima dukungan dari berbagai pengurus NU di daerah.

Menurut Marsudi, dukungan yang diterimanya berasal dari berbagai tingkatan kepengurusan, mulai dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), hingga para kiai yang menginginkan kepemimpinan baru di tubuh organisasi.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/8/2026), Marsudi mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyampaikan aspirasinya secara publik. Saya dianggap bisa meneruskan, membawa organisasi keluar dari konflik, serta menjalankan roda organisasi dengan lebih baik ke depan,” ujar KH Marsudi Syuhud.

Siap Mengemban Amanah dengan Semangat Khidmah

Marsudi menegaskan bahwa kesiapannya maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU dilandasi semangat khidmah atau pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.

- Iklan -
Ad imageAd image

Ia meyakini bahwa kepemimpinan dalam organisasi bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Jika kita memaknai hidup sebagai khidmah, tidak akan ada capeknya dan tidak akan ada keluh kesahnya. Kalau niatnya sudah begitu, saya yakin semuanya terasa ringan,” katanya.

Menurutnya, semangat melayani merupakan modal utama dalam mengelola organisasi besar yang memiliki jaringan hingga ke tingkat akar rumput.

Pengalaman Organisasi Menjadi Bekal Kepemimpinan

Marsudi juga menyoroti pentingnya pengalaman organisasi bagi seorang calon Ketua Umum PBNU.

Ia menyampaikan bahwa dirinya telah melalui berbagai tahapan kepengurusan sehingga memahami dinamika organisasi dari tingkat bawah hingga tingkat nasional.

“Sebelum menjadi Ketua Umum, minimal harus terbiasa menjadi umumnya ketua. Kita sudah melewati proses dari bawah sehingga memahami persoalan organisasi,” ujarnya.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat peran NU dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan.

- Iklan -
Ad image

Pengurus Daerah Mulai Konsolidasikan Dukungan

Dukungan terhadap KH Marsudi Syuhud terus menguat dari sejumlah daerah.

Ketua PCNU Kota Tual, Juni Tamsil Kilwo, mengatakan komunikasi telah dilakukan bersama sejumlah PWNU dan PCNU di kawasan Indonesia Timur untuk menyatukan dukungan.

Wilayah yang terlibat dalam konsolidasi tersebut meliputi Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

“Kami sudah berkomunikasi dan sepakat menyatukan suara untuk Kiai Marsudi Syuhud. Pada saatnya nanti deklarasi dukungan resmi akan disampaikan secara terbuka,” kata Juni.

Ia menilai PBNU membutuhkan figur yang mampu membawa pembaruan organisasi tanpa mengurangi independensi Nahdlatul Ulama.

Rekam Jejak Internasional Dinilai Menjadi Nilai Tambah

Dukungan juga datang dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Eko Santoso.

Menurut Eko, KH Marsudi memiliki pengalaman yang luas, tidak hanya dalam organisasi di tingkat nasional, tetapi juga aktif di berbagai forum internasional.

Ia menyebut Marsudi terlibat dalam forum-forum yang membahas perdamaian dunia serta konsisten mempromosikan nilai-nilai Islam moderat, Pancasila, dan kerukunan antarumat beragama.

Rekam jejak tersebut dinilai menjadi modal penting bagi sosok yang akan memimpin PBNU menghadapi tantangan organisasi pada masa mendatang.

Muktamar ke-35 Akan Menentukan Arah Kepemimpinan NU

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama menjadi forum strategis yang akan menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya.

Dengan mulai menguatnya dukungan dari berbagai wilayah, dinamika menjelang pemilihan Ketua Umum PBNU diperkirakan akan semakin intens dalam beberapa waktu ke depan.

Pernyataan kesiapan KH Marsudi Syuhud menandai dimulainya fase konsolidasi yang lebih terbuka di kalangan warga Nahdliyin. Dukungan dari PWNU, PCNU, para kiai, serta pengurus daerah menjadi salah satu indikator bahwa proses menuju Muktamar ke-35 akan berlangsung dinamis, dengan berbagai aspirasi yang terus berkembang hingga forum pemilihan resmi digelar.(*)

Share This Article
error: Content is protected !!