KARANGANYAR, DMNETWORK — Kepadatan penumpang Commuter Line relasi Palur-Yogyakarta mulai terlihat sejak keberangkatan dari Stasiun Palur, Kamis (11/6/2026). Memasuki masa liburan sekolah, rangkaian kereta dipenuhi penumpang yang didominasi anak-anak dan remaja, mulai dari siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Sejak kereta diberangkatkan dari Palur, kursi penumpang sudah terisi cukup banyak. Di setiap stasiun berikutnya, jumlah penumpang terus bertambah, sementara penumpang yang turun relatif sedikit. Kondisi tersebut membuat tingkat keterisian kereta terus meningkat sepanjang perjalanan menuju Yogyakarta.
Perjalanan dimulai dari Stasiun Palur, kemudian berhenti di Stasiun Solo Jebres, Solo Balapan, Purwosari, Gawok, Delanggu, Ceper, Klaten, Srowot, Brambanan, Maguwo, Lempuyangan, dan berakhir di Stasiun Yogyakarta. Sepanjang lintasan tersebut, arus naik penumpang terlihat jauh lebih besar dibandingkan arus turun penumpang.
Di Stasiun Solo Jebres, Solo Balapan, dan Purwosari, sejumlah rombongan pelajar kembali memasuki kereta. Kondisi serupa juga terlihat di wilayah Kabupaten Klaten, mulai dari Gawok, Delanggu, Ceper, hingga Klaten. Setiap kali pintu kereta terbuka, penumpang baru terus bertambah, sementara hanya sedikit yang turun di stasiun-stasiun tersebut.
Memasuki kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Srowot, Brambanan, dan Maguwo, kepadatan semakin terasa. Banyak penumpang memilih tetap bertahan hingga tujuan akhir di Kota Yogyakarta, yang selama musim liburan menjadi salah satu destinasi favorit keluarga dan pelajar.
Pemandangan rombongan siswa yang bepergian bersama teman maupun keluarga tampak mendominasi hampir di seluruh gerbong. Sebagian membawa tas kecil, bekal makanan, serta perlengkapan wisata sederhana untuk menghabiskan masa liburan sekolah di berbagai objek wisata Yogyakarta.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Commuter Line Palur-Yogyakarta semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan antarkota jarak pendek. Selain tarif yang terjangkau, frekuensi perjalanan yang tinggi dan waktu tempuh yang relatif pasti menjadikan moda transportasi ini favorit bagi pelajar dan keluarga selama musim liburan sekolah. (Rist)