Pelantikan dan Musda DPD APPSI Kabupaten Magelang: Membaca Denyut Pasar dari Pendopo Pasar Muntilan

4 Min Read
Pengurus DPD APPSI kabupaten Magelang, siap kawal pasar tradisional di wilayah kabupaten Magelang (foto: Aris)

Pasar Muntilan merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Magelang

MUNTILAN, DMNETWORK – Ada pesan yang melampaui seremoni ketika Musyawarah Daerah (Musda) dan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Magelang digelar di Pendopo Pasar Muntilan, Kabupaten Magelang, Kamis (23/7/2026). Pilihan lokasi itu seolah menegaskan bahwa memahami pasar tradisional tidak cukup dilakukan dari ruang rapat. Pasar harus dipahami dari tempat kehidupan ekonomi rakyat berlangsung, di tengah para pedagang yang setiap hari berhadapan dengan pembeli, fluktuasi harga, dan perubahan daya beli masyarakat.

Acara tersebut dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APPSI Jawa Tengah Suwanto, SE, Sekretaris Jenderal DPW APPSI Jawa Tengah Tera Anggrea Cita beserta jajaran pengurus DPW APPSI Jawa Tengah. Hadir pula para pengurus DPD APPSI Kabupaten Magelang, perwakilan pedagang pasar, serta sejumlah tamu undangan.

Di pasar, persoalan tidak hadir dalam bentuk angka semata. Ia tampak pada lapak yang sepi, lorong yang ramai pada jam tertentu, pedagang yang menunggu pembeli sejak dini hari, hingga percakapan sederhana mengenai harga kebutuhan pokok. Karena itu, pelantikan yang berlangsung di kawasan Pasar Muntilan menjadi kesempatan bagi pengurus APPSI untuk bersinggungan langsung dengan kehidupan para pedagang.

Mereka dapat melihat kondisi pasar dari dekat, mendengar berbagai aspirasi, sekaligus memahami persoalan yang selama ini dihadapi pedagang, mulai dari penataan pasar, persaingan dengan toko modern dan perdagangan daring, hingga kebutuhan akan perlindungan usaha.

- Iklan -
Ad imageAd image

Pasar Muntilan merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Magelang. Pasar ini menjadi pusat perdagangan yang melayani masyarakat Muntilan dan wilayah sekitarnya, termasuk Mungkid, Salam, Dukun, Ngluwar, hingga sebagian wilayah Kabupaten Sleman. Sejak dini hari, aktivitas jual beli berbagai komoditas, mulai dari hasil pertanian, kebutuhan pokok, ikan, daging, pakaian, hingga perlengkapan rumah tangga, berlangsung tanpa henti.

Namun, di balik ramainya aktivitas tersebut, para pedagang masih menghadapi sejumlah tantangan. Perubahan pola belanja masyarakat, meningkatnya persaingan dengan toko modern dan perdagangan digital, serta kebutuhan akan peningkatan fasilitas pasar menjadi persoalan yang kerap disampaikan.

Salah seorang pedagang sembako berharap kepengurusan APPSI yang baru mampu menjadi penyambung aspirasi pedagang kepada pemerintah.

“Kami berharap APPSI tidak hanya hadir saat pelantikan atau kegiatan seremonial. Yang kami butuhkan adalah organisasi yang benar-benar memperjuangkan kepentingan pedagang, sehingga persoalan di pasar bisa mendapatkan solusi,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan pedagang sayuran. Menurutnya, APPSI diharapkan mampu mendorong kebijakan yang dapat meningkatkan jumlah pembeli, memperbaiki tata kelola pasar, dan menjaga stabilitas harga sehingga usaha para pedagang semakin berkembang.

- Iklan -
Ad image

Ketua DPD APPSI Kabupaten Magelang Heri Surahman mengatakan, dipilihnya Pasar Muntilan sebagai lokasi pelantikan memiliki makna tersendiri. Organisasi pedagang, kata dia, harus selalu dekat dengan anggotanya.

“Kami sengaja berada di pasar karena di sinilah denyut ekonomi rakyat sesungguhnya. APPSI harus menjadi rumah bagi pedagang sekaligus menjadi jembatan komunikasi dengan pemerintah agar setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada pasar tradisional,” kata Heri.

Menurut Heri, kepengurusan baru akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pengelola pasar, dan seluruh pemangku kepentingan. APPSI juga akan mendorong agar pasar tradisional mendapat peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan berbagai program pemerintah, termasuk penyediaan bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Pelantikan di tengah aktivitas Pasar Muntilan menjadi simbol bahwa kebijakan mengenai pasar sebaiknya lahir dari dialog dengan para pelaku utamanya. Dari lorong-lorong pasar itulah denyut ekonomi rakyat dapat dibaca, dipahami, dan diperjuangkan bersama.

Share This Article
error: Content is protected !!