Prasetyo Hadi: Tidak Ada Rencana Reshuffle, Koordinasi Ekonomi Jadi Prioritas

3 Min Read
Prasetyo Hadi di depan media (foto: istimewa)

JAKARTA, DMNETWORK – Istana Kepresidenan menegaskan tidak ada rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat. Kabar yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur atau diganti juga dibantah secara tegas oleh pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan fokus pemerintah saat ini bukan melakukan pergantian pejabat, melainkan memperkuat koordinasi antarlembaga ekonomi di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah.

“Tidak ada rencana pergantian. Justru yang sekarang kita perlukan adalah koordinasi yang lebih erat dan intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

- Iklan -
Ad imageAd image

Pernyataan tersebut sekaligus merespons spekulasi yang berkembang mengenai posisi Purbaya Yudhi Sadewa. Isu itu muncul di tengah perhatian publik terhadap kondisi ekonomi nasional, termasuk pelemahan rupiah dan dinamika pasar keuangan dalam beberapa pekan terakhir.

Pada hari yang sama, Purbaya juga membantah kabar pengunduran dirinya. Ia menegaskan tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan sebagaimana biasa.

Penegasan dari Istana muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap kinerja para pembantu presiden. Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan sejumlah evaluasi terhadap lembaga dan kementerian, termasuk perombakan besar di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul berbagai polemik yang muncul dalam pelaksanaan program pemerintah.

Situasi tersebut memunculkan persepsi di kalangan publik dan pengamat bahwa masa sekarang menjadi periode evaluasi bagi jajaran kabinet. Sejumlah nama menteri bahkan sempat dikaitkan dengan kemungkinan reshuffle, meskipun hingga kini belum ada keputusan resmi dari Presiden.

Di lingkungan pemerintahan, momentum ini juga dipandang sebagai pengingat bahwa setiap pernyataan pejabat publik memiliki konsekuensi politik dan ekonomi yang tidak kecil. Dalam era komunikasi digital yang bergerak cepat, pernyataan yang tidak terukur dapat memicu kontroversi, menimbulkan salah tafsir, bahkan berdampak terhadap kepercayaan publik dan pasar.

- Iklan -
Ad image

Karena itu, sejumlah kalangan menilai beberapa pekan terakhir menjadi masa introspeksi bagi para menteri dan pejabat tinggi negara. Kehati-hatian dalam berbicara, menyampaikan kebijakan, maupun merespons isu publik kini menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang efektif.

Meski demikian, Istana menegaskan bahwa saat ini prioritas pemerintah tetap menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan koordinasi antarlembaga berjalan optimal. Pemerintah berharap spekulasi mengenai reshuffle tidak berkembang menjadi isu yang mengganggu konsentrasi kerja kabinet maupun kepercayaan pelaku ekonomi terhadap arah kebijakan nasional. 

Share This Article