Tani Merdeka Diminta Menjangkau Pelosok Desa, Kordes Disebut Kekuatan Utama Organisasi

4 Min Read
Diklat TMI angkatan IV Sumatera Utara dan Aceh (foto: joashua)

penguatan kordes menjadi kunci agar seluruh program pertanian pemerintah benar-benar menyentuh petani di lapangan.

MEDAN, DMNETWORK – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI) Don Muzakir menegaskan bahwa kekuatan organisasi petani berada di tingkat desa. Karena itu, TMI diminta memperkuat struktur dan basis organisasi hingga ke pelosok desa melalui penguatan koordinator desa (kordes).

Pesan tersebut disampaikan Don Muzakir dalam malam renungan suci pada rangkaian penutupan Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV Sumatera Utara dan Aceh yang berlangsung di Medan, Senin (28/7/2026).

“Tani Merdeka harus menjangkau setiap pelosok desa. Kekuatan kita ada di kordes, maka perkuat struktur dan basis organisasi,” kata Don Muzakir di hadapan peserta diklat.

Ia menekankan bahwa TMI bukan sekadar organisasi formal, melainkan keluarga besar petani Indonesia yang harus saling menguatkan dalam suka maupun duka.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Kita ini sudah menjadi satu keluarga. Satu susah semua susah, satu senang semua senang,” ujarnya.

1000958084.jpg
saat penutupan Diklat TMI angkatan IV Sumatera Utara dan Aceh (Fofo: joashua)

Diklat Angkatan IV Sumatera Utara dan Aceh diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai kabupaten/kota di dua provinsi tersebut. Pelatihan berlangsung selama tiga hari dan berfokus pada penguatan kepemimpinan organisasi, advokasi petani, pengembangan usaha tani, serta konsolidasi kelembagaan desa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kaderisasi nasional TMI yang terus diperluas. Sebelumnya, TMI menyelenggarakan Diklat Angkatan III untuk peserta Jawa Timur dan DIY di BBPP Batu dengan jumlah peserta mencapai 165 orang. Di Jawa Tengah, TMI juga menggelar Gebyar Tani Merdeka pada 28–30 November 2025 sebagai forum konsolidasi petani lintas daerah dan terkahir Diklat TMI Jawa tengah angkatan 2, setelah Ciawi.

Selain itu, pada Januari 2026 TMI kota Magelang juga mengadakan Bootcamp Petani Milenial di Magelang yang diikuti petani muda dari berbagai wilayah di  kabupaten dan kota Magelang. Program tersebut menitikberatkan pada regenerasi petani, inovasi budidaya, dan penguatan kewirausahaan pertanian.

Menurut Don Muzakir, penguatan kordes menjadi kunci agar seluruh program pertanian pemerintah benar-benar menyentuh petani di lapangan. Ia meminta kader TMI aktif mendampingi petani menghadapi persoalan pupuk, irigasi, akses pasar, hingga permodalan.

- Iklan -
Ad image

“Kordes harus hadir ketika petani kesulitan pupuk, kesulitan air, atau kesulitan menjual hasil panen. Organisasi tidak boleh hanya hadir saat acara seremonial,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengawal program Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian, termasuk target swasembada pangan nasional. Pemerintah sebelumnya menargetkan produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton pada 2025 sebagai bagian dari agenda penguatan ketahanan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Don Muzakir menyoroti pentingnya sinergi TMI dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, kebutuhan pangan MBG harus menjadi peluang ekonomi bagi petani lokal.

“MBG jangan dipandang hanya program konsumsi, tetapi juga penggerak produksi pertanian desa. Sayur, telur, beras, buah, dan bahan pangan lainnya harus dipasok dari petani sekitar,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan petani lokal dalam rantai pasok MBG akan menciptakan pasar yang lebih pasti, memperpendek distribusi pangan, dan meningkatkan pendapatan petani desa.

Penutupan diklat berlangsung khidmat dengan pembacaan ikrar kader dan peneguhan komitmen peserta untuk memperkuat organisasi hingga tingkat desa. TMI menargetkan setiap desa memiliki kader aktif yang mampu menjadi penggerak pertanian, pendamping petani, sekaligus penghubung program pemerintah dengan masyarakat desa.

Dengan penguatan basis desa tersebut, TMI berharap mampu membangun gerakan petani yang lebih terorganisasi, mandiri, dan berdaya saing dalam mendukung ketahanan pangan nasional. ***

Share This Article
error: Content is protected !!