Wamentan Sudaryono: Orang Tua Perlu Menanamkan Mimpi Besar kepada Anak

2 Min Read
Wamentan Sudaryono, saat bersama Kiai dan santri ponpes Sunan Drajat

LAMONGAN, DMNETWORK – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membangun optimisme dan cita-cita anak sejak dini. Menurut dia, dukungan moral dan doa yang baik dari orang tua dapat menjadi modal penting bagi masa depan anak.

Hal itu disampaikan Sudaryono saat menghadiri kegiatan di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Minggu (7/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menanggapi anggapan sebagian orang yang mempertanyakan pentingnya pendidikan tinggi dengan mencontohkan tokoh-tokoh dunia yang berhasil meski tidak menyelesaikan pendidikan formal.

- Iklan -
Ad imageAd image

“Beberapa orang mengatakan, untuk apa sekolah tinggi jika ada tokoh seperti Mark Zuckerberg yang putus kuliah tetapi tetap sukses. Namun, kita harus melihat bahwa mereka adalah pengecualian, bukan aturan yang berlaku umum,” kata Sudaryono.

Ia menegaskan bahwa belajar dengan tekun, bekerja keras, dan disiplin memang tidak menjamin kesuksesan secara mutlak. Meski demikian, kebiasaan-kebiasaan positif tersebut dapat memperbesar peluang seseorang untuk mencapai keberhasilan.

Menurut Sudaryono, ucapan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan mental dan kepercayaan diri anak. Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk lebih banyak memberikan motivasi dan doa yang baik.

“Jangan mudah mengatakan hal-hal yang melemahkan semangat anak. Lebih baik doakan mereka menjadi orang besar, menjadi pemimpin, menjadi menteri, bahkan memimpin organisasi dunia. Tidak ada yang melarang seseorang untuk memiliki mimpi besar,” ujarnya.

Sudaryono juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Drajat yang dinilainya telah berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.

- Iklan -
Ad image

Pondok Pesantren Sunan Drajat merupakan salah satu pesantren terbesar di Indonesia yang berlokasi di Jalan Raden Qosim, Desa Banjaranyar, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Pesantren yang dipimpin Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, keturunan ke-14 Sunan Drajat, tersebut dikenal memiliki ribuan santri serta mengembangkan berbagai unit usaha sebagai bagian dari pendidikan kemandirian ekonomi bagi para santri. (Gris) 

Share This Article