CILACAP, DMNETWORK, – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Cilacap mulai mendorong transformasi pasar tradisional berbasis digital. Salah satu langkah yang dilakukan yakni meluncurkan aplikasi pemasaran produk pasar tradisional yang terintegrasi dengan layanan kurir khusus.
Program tersebut disampaikan usai pelantikan Mustangin Mulyana sebagai Ketua DPD APPSI Kabupaten Cilacap di Gedung IPHI Gumilir, Cilacap, Rabu (20/5/2026).
Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir mengatakan, tantangan pasar tradisional saat ini semakin kompleks. Selain menghadapi persaingan pasar modern, pedagang juga harus beradaptasi dengan perkembangan digital marketing dan perubahan pola belanja masyarakat.
Menurut dia, banyak pedagang pasar yang mulai membuka usaha di luar pasar sehingga konsumen menjadi tersebar.
“Pada akhirnya konsumen terpencar dan berbelanja di luar pasar,” kata Don Muzakir.
Ia menilai pasar tradisional tidak cukup hanya bertahan dengan pola lama.
Pedagang perlu didorong untuk memanfaatkan platform digital seperti TikTok, Shopee, Tokopedia, hingga media sosial untuk memperluas pemasaran.
“Di beberapa wilayah, pedagang sudah mampu berjualan secara online melalui TikTok, Shopee, Tokopedia, dan media sosial lainnya. Kami terus melatih pedagang pasar tradisional,” ujarnya.
Selain persoalan digitalisasi, Don juga menyoroti kondisi fasilitas pasar tradisional yang masih membutuhkan perhatian, seperti pasar becek, bocor, dan rawan banjir. Menurutnya, kenyamanan pasar menjadi faktor penting agar masyarakat tetap tertarik berbelanja di pasar tradisional.
APPSI, lanjut dia, juga mendorong inovasi pasar tradisional agar berkembang menjadi destinasi wisata belanja dan kuliner melalui berbagai kegiatan dan program promosi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno menyebut keberadaan kepengurusan baru APPSI diharapkan mampu menghadirkan penyegaran program bagi pedagang pasar tradisional.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi dan menjamurnya pasar modern telah memengaruhi omzet pedagang pasar tradisional.
“Dengan adanya kepengurusan baru ini, kami berharap ada penyegaran program yang mampu mengimbangi kemajuan teknologi sehingga pasar tradisional bisa kembali hidup,” kata Suyatno.
Ketua DPD APPSI Cilacap Mustangin Mulyana menegaskan pihaknya akan fokus pada program digitalisasi pasar tradisional agar pedagang tidak tertinggal perkembangan zaman.
Menurut dia, APPSI Cilacap akan mengembangkan aplikasi pemasaran produk pasar yang terhubung dengan layanan kurir, sekaligus mengadakan pelatihan pemanfaatan teknologi digital bagi para pedagang.
Selain itu, APPSI Cilacap juga akan membentuk kelompok UMKM yang mendapat dukungan program CSR dan fasilitasi sertifikasi halal gratis.
Mustangin menambahkan, seluruh pedagang pasar di Kabupaten Cilacap nantinya akan didaftarkan sebagai anggota APPSI dan memperoleh Kartu Tanda Anggota (KTA). (Rist)