2 Korban Tewas Warnai Euforia Juara Persib, Walkot Bandung Siap Sikat Miras Ilegal

5 Min Read
Euforia Juara Persib Berujung Duka, Pemkot Bandung Soroti Miras dan Korban Jiwa (gk/DMnetwork)

DMNETWORK.COM — Euforia Juara Persib di Kota Bandung berubah menjadi sorotan serius setelah dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu konsumsi minuman keras. Pemerintah Kota Bandung pun langsung mengambil langkah tegas dengan menyiapkan razia besar terhadap peredaran miras ilegal.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa korban kedua ditemukan meninggal dunia setelah rangkaian konvoi dan perayaan kemenangan Persib Bandung dalam kompetisi musim ini.

“Semalam ditemukan lagi korban wafat yang kedua. Kecelakaan lalu lintas karena minuman keras lagi,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (25/5/2026).

Peristiwa tersebut menambah daftar dampak negatif di balik kemeriahan pesta kemenangan Persib yang berlangsung selama beberapa hari terakhir di pusat Kota Bandung.

- Iklan -
Ad imageAd image

Euforia Juara Persib Picu Konsumsi Miras Berlebihan

Pemerintah Kota Bandung menilai konsumsi minuman keras menjadi salah satu persoalan utama selama konvoi dan pesta kemenangan Persib berlangsung. Dalam patroli yang dilakukan petugas gabungan selama dua malam terakhir, ditemukan banyak warga dalam kondisi mabuk di ruang publik.

Selain itu, petugas kebersihan juga mengumpulkan tumpukan botol minuman keras yang jumlahnya cukup mencengangkan. Sampah botol miras tersebut bahkan disebut memenuhi satu mobil pikap.

Fenomena itu memicu kekhawatiran pemerintah daerah terhadap meningkatnya peredaran minuman keras ilegal di tengah antusiasme suporter merayakan keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara.

Farhan menegaskan bahwa Pemkot Bandung tidak akan tinggal diam melihat situasi tersebut. “Kita akan habis-habisan. Yang ilegal-ilegal kita sikat semua,” tegasnya.

- Iklan -
Ad image

Razia Miras Akan Digencarkan

Sebagai respons atas situasi yang berkembang, Pemkot Bandung berencana menggencarkan operasi penertiban bersama aparat kepolisian dan instansi terkait. Fokus utama razia adalah peredaran miras ilegal yang dinilai menjadi pemicu berbagai gangguan keamanan dan ketertiban.

Langkah tersebut juga dilakukan untuk mencegah munculnya korban baru akibat konsumsi alkohol berlebihan di ruang publik.

Pemerintah daerah menilai pengawasan terhadap distribusi minuman keras harus diperketat, terutama saat terjadi perayaan besar yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

Dua Korban Jiwa Jadi Alarm Serius

Kematian dua warga dalam momentum kemenangan Persib menjadi alarm serius bagi pemerintah maupun masyarakat. Euforia yang seharusnya menjadi perayaan kebanggaan justru berubah menjadi tragedi akibat perilaku tidak terkendali sebagian oknum.

Menurut laporan sementara, kecelakaan yang menewaskan korban diduga berkaitan dengan kondisi pengendara yang berada di bawah pengaruh alkohol.

Meski identitas korban belum diungkap secara rinci, pemerintah memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap sistem pengamanan selama kegiatan konvoi berlangsung.

Sejumlah pihak juga mulai mendorong adanya aturan lebih ketat terkait perayaan suporter di ruang publik guna meminimalkan risiko kecelakaan dan kericuhan.

Polisi dan Petugas Gabungan Terus Patroli

Selama perayaan berlangsung, aparat kepolisian bersama Satpol PP dan petugas gabungan terus melakukan patroli hingga dini hari di sejumlah titik keramaian Kota Bandung.

Petugas menemukan beberapa kelompok warga yang masih berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras di pinggir jalan dan area publik lainnya.

Selain menjaga keamanan, patroli juga dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap berjalan normal setelah beberapa ruas jalan sempat dipadati massa konvoi.

Situasi di sejumlah titik kini mulai berangsur kondusif meski petugas masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Euforia Juara Persib Tinggalkan Tumpukan Sampah

Selain korban jiwa dan persoalan miras, Pemerintah Kota Bandung juga menghadapi masalah meningkatnya volume sampah selama perayaan kemenangan Persib.

Dalam dua hari terakhir, volume sampah di pusat kota meningkat hingga sekitar 50 ton. Sebagian besar berasal dari botol plastik, bungkus makanan, hingga botol minuman keras yang berserakan di jalanan.

Petugas kebersihan harus bekerja ekstra membersihkan sejumlah ruas jalan utama dan kawasan publik yang dipenuhi sampah usai konvoi berlangsung.

Kondisi tersebut memunculkan kritik dari sejumlah warga yang menilai perayaan kemenangan seharusnya tetap dilakukan secara tertib tanpa merusak fasilitas umum maupun kebersihan kota.

Pemkot Bandung Pastikan Tidak Ada Konvoi Tambahan

Pemkot Bandung memastikan tidak ada lagi agenda besar perayaan Persib dalam waktu dekat. Pemerintah berharap situasi segera kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa.

Farhan juga mengimbau masyarakat, khususnya suporter Persib, untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan saat merayakan kemenangan tim kebanggaan mereka. Menurutnya, keberhasilan Persib seharusnya menjadi momentum kebahagiaan bersama, bukan justru menimbulkan korban jiwa maupun gangguan sosial lainnya.

Euforia Juara Persib Jadi Evaluasi Bersama

Peristiwa yang terjadi selama perayaan juara Persib menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah, aparat keamanan, dan kelompok suporter. Budaya merayakan kemenangan dengan tertib, aman, dan tanpa konsumsi minuman keras dinilai perlu terus digaungkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Di tengah kebanggaan atas prestasi Persib Bandung, masyarakat diingatkan bahwa keselamatan dan ketertiban tetap harus menjadi prioritas utama.(*)

Share This Article