Altar Teratai Waisak 2026 Mulai Berdiri di Borobudur, Ribuan Umat Buddha Bersiap Hadiri Puncak Acara

4 Min Read
Altar utama berhias bunga teratai untuk perayaan Waisak 2026 di pelataran Candi Borobudur Magelang

DMNETWORK.COM – Persiapan perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 di  mulai terlihat semakin matang. Altar utama berhias bunga teratai kini mulai berdiri di pelataran candi sebagai penanda dimulainya tahapan akhir menuju puncak perayaan Waisak yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026.

Sejumlah pekerja tampak melakukan pemasangan struktur altar utama di kawasan pelataran candi sejak beberapa hari terakhir. Selain altar, berbagai fasilitas pendukung lain juga mulai dipersiapkan untuk menyambut puluhan ribu umat Buddha yang diperkirakan hadir dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

- Iklan -
Ad imageAd image

Persiapan Waisak 2026 di Borobudur Mulai Dipercepat

Tak hanya altar utama, pemasangan papan tempat duduk umat, tenda di kawasan Aksobya dan Taman Lumbini, hingga bendera organisasi Walubi juga mulai terlihat dari area pintu masuk Pos 7 menuju kawasan utama Candi Borobudur.

Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, mengatakan seluruh rangkaian persiapan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia nasional.

- Iklan -
Ad image

Menurutnya, rangkaian kegiatan Waisak dimulai sejak 28 Mei 2026 melalui agenda dhammavicayo di Griya Vipassana Avalokitesvara Mendut serta ritual San Pu Yi Pai di kawasan Borobudur.

Rangkaian Ritual Suci Dimulai dari Api Dharma hingga Air Suci

Pada 29 Mei 2026, panitia dijadwalkan mengambil Api Dharma di . Api suci tersebut kemudian dibawa menuju kawasan Mendut untuk disakralkan sebelum digunakan dalam prosesi puncak Waisak.

Selanjutnya, pada 30 Mei 2026, dilakukan pengambilan air suci di . Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian spiritual umat Buddha menjelang detik-detik Waisak.

Di hari yang sama, kawasan Marga Utama Borobudur juga akan menjadi lokasi penyambutan para bhikkhu thudong yang telah menempuh perjalanan spiritual berjalan kaki menuju Borobudur.

Puncak Waisak Diperkirakan Dihadiri 25 Ribu Umat Buddha

Puncak perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2026 akan digelar pada 31 Mei 2026. Prosesi dimulai dengan kirab umat dari  menuju Candi Borobudur mulai pukul 10.00 WIB.

Panitia memperkirakan sekitar 25 ribu umat Buddha akan hadir mengikuti detik-detik Waisak yang berlangsung tepat pukul 15.44.44 WIB. Momentum tersebut menjadi salah satu agenda spiritual terbesar umat Buddha di Indonesia setiap tahunnya.

Kehadiran umat dari berbagai negara juga diprediksi akan meningkatkan aktivitas wisata religi dan kunjungan budaya di kawasan Magelang selama perayaan berlangsung.

Operasional Wisata Borobudur Dibatasi Saat Hari Puncak

Sementara itu, pengelola kawasan Candi Borobudur memastikan operasional wisata akan dibatasi pada hari puncak Waisak.

Pengunjung hanya diperbolehkan berada di area pelataran candi dan operasional wisata ditutup lebih awal hingga pukul 14.00 WIB demi menjaga kelancaran prosesi ibadah.

Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang R Panutur, mengatakan pihak pengelola juga menambah fasilitas transportasi ramah lingkungan untuk menunjang mobilitas pengunjung selama acara berlangsung.

Sebanyak 14 kendaraan listrik dan dua bus EV berkapasitas 50 penumpang disiapkan untuk membantu akses wisatawan dan umat menuju area kegiatan Waisak.

Waisak Borobudur Jadi Simbol Harmoni dan Wisata Spiritual Indonesia

Perayaan Waisak di Borobudur tidak hanya menjadi agenda keagamaan umat Buddha, tetapi juga simbol toleransi dan harmoni budaya di Indonesia.

Setiap tahun, perayaan ini menarik perhatian wisatawan domestik maupun internasional karena menghadirkan perpaduan nilai spiritual, budaya, dan warisan sejarah dunia dalam satu kawasan.

Dengan mulai berdirinya altar utama berhias bunga teratai di pelataran Borobudur, suasana sakral Waisak 2026 pun mulai terasa di kawasan candi terbesar umat Buddha tersebut.(*)

Share This Article