Perjalanan 58 Biksu IWFP 2026 Menuju Borobudur Gaungkan Perdamaian dan Welas Asih

5 Min Read
Perjalanan spiritual 58 biksu IWFP 2026 menuju Candi Borobudur untuk Waisak nasional (gk/DMnetwork)

DMNETWORK.COM — Perjalanan spiritual 58 biksu IWFP 2026 menuju Candi Borobudur menjadi simbol kuat penyebaran pesan perdamaian, toleransi, dan persaudaraan lintas umat di Indonesia.

Mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, para biksu peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 berjalan kaki menempuh perjalanan panjang dari Pulau Bali menuju Magelang sebagai bagian dari rangkaian Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.

Perjalanan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas spiritual, tetapi juga menghadirkan pesan kemanusiaan yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat di berbagai daerah yang dilalui.

Kehadiran para biksu di sejumlah wilayah Pulau Jawa bahkan menjadi perhatian masyarakat karena dinilai membawa suasana damai sekaligus mengingatkan pentingnya hidup rukun di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

- Iklan -
Ad imageAd image

Perjalanan spiritual 58 biksu IWFP 2026 dimulai sejak 9 Mei 2026 dari Pulau Bali. Dengan berjalan kaki, para biksu menempuh ratusan kilometer menuju kawasan Borobudur yang akan menjadi pusat perayaan Tri Suci Waisak Nasional tahun ini.

Selama perjalanan, rombongan biksu melintasi berbagai kota dan daerah di Pulau Jawa sambil membawa pesan tentang pentingnya menjaga keharmonisan dan perdamaian dunia.

Perjalanan tersebut juga menjadi bentuk praktik spiritual yang dijalani dengan penuh kesederhanaan, disiplin, dan pengendalian diri.

Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Nyoman Suriadarma, menjelaskan bahwa IWFP bukan hanya perjalanan fisik semata.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari praktik dharma yang diwujudkan melalui nilai welas asih, kesederhanaan, dan semangat menjaga kedamaian di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

- Iklan -
Ad image

“Perjalanan ini membawa pesan bahwa perdamaian harus dimulai dari diri sendiri, kemudian disebarkan kepada lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia menilai semangat yang dibawa para biksu sejalan dengan nilai-nilai Waisak yang mengajarkan cinta kasih universal dan penghormatan terhadap sesama manusia tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun budaya.

Perjalanan spiritual 58 biksu IWFP 2026 tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan umat Buddha, tetapi juga membawa pesan universal tentang pentingnya toleransi dan persaudaraan lintas agama.

Di setiap daerah yang dilalui, masyarakat terlihat antusias menyambut kedatangan para biksu. Banyak warga berdiri di tepi jalan memberikan penghormatan dan dukungan kepada rombongan yang berjalan menuju Borobudur tersebut.

Kehangatan sambutan masyarakat dinilai menjadi bukti bahwa nilai toleransi dan kebersamaan masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.

Kehadiran rombongan biksu peserta IWFP disebut memberikan inspirasi tersendiri bagi masyarakat. Tidak sedikit warga yang merasa tersentuh melihat perjalanan panjang para biksu yang dilakukan dengan penuh kesabaran dan ketenangan.

Bagi masyarakat, perjalanan spiritual tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga sikap damai serta menghormati perbedaan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu dianggap semakin penting di tengah kehidupan modern yang penuh dinamika sosial dan perbedaan pandangan.

Sebelum mencapai Borobudur, para biksu dijadwalkan singgah di sejumlah titik spiritual di wilayah Magelang. Salah satu lokasi yang menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut ialah kawasan Candi Mendut.

Di lokasi tersebut, para biksu akan mengikuti sejumlah agenda spiritual sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju pelataran Candi Borobudur. Kawasan Borobudur sendiri setiap tahun menjadi pusat perayaan Waisak nasional sekaligus salah satu destinasi wisata spiritual terbesar di Indonesia.

Borobudur tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga simbol perdamaian dan spiritualitas umat Buddha. Setiap momentum Waisak, ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara datang ke kawasan tersebut untuk mengikuti rangkaian ritual suci.

Perjalanan para biksu menuju Borobudur pun dianggap sebagai simbol perjalanan batin menuju kedamaian dan kebijaksanaan hidup. Karena itu, IWFP menjadi kegiatan yang memiliki makna mendalam, baik secara spiritual maupun sosial.

Perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026 di kawasan Borobudur. Berbagai kegiatan telah disiapkan sebagai bagian dari rangkaian perayaan tersebut.

Mulai dari pengambilan Api Dharma di Mrapen, pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit, bakti sosial, kirab Waisak, hingga pelepasan lampion perdamaian akan digelar menjelang puncak acara.

Rangkaian kegiatan itu diperkirakan dihadiri ribuan umat Buddha serta wisatawan dari berbagai daerah.

Momentum Waisak tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan spiritual umat Buddha, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga harmoni bangsa.

Melalui perjalanan spiritual 58 biksu IWFP 2026, masyarakat diajak untuk kembali memperkuat nilai toleransi, kemanusiaan, dan persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.

Pesan damai yang dibawa para biksu dinilai relevan dalam kehidupan sosial masyarakat modern yang membutuhkan semangat kebersamaan dan saling menghormati.

Perjalanan panjang dari Bali menuju Borobudur itu pun menjadi simbol bahwa perdamaian dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan dan kesadaran bersama.(*)

Share This Article