DMNETWORK.COM — Kedatangan 58 biksu di Klenteng Hok An Kiong menjadi perhatian besar masyarakat Muntilan, Kabupaten Magelang, Rabu sore 27 Mei 2026.
Ratusan warga memadati kawasan Jalan Pemuda hingga halaman klenteng untuk menyambut rombongan biksu peserta Indonesia Tipitaka Chanting dan International Walk for Peace (IWFP) 2026 yang tengah melakukan perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak rombongan biksu mulai memasuki kawasan Muntilan. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias memberikan sambutan kepada para biksu yang berjalan kaki membawa pesan perdamaian dan toleransi antarumat beragama.
Momen tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 yang dipusatkan di kawasan Borobudur dan Mendut.
Kedatangan 58 Biksu di Klenteng Hok An Kiong Jadi Sorotan Warga
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sejak sore hari. Banyak warga berdiri di sepanjang ruas jalan hanya untuk menyaksikan langsung iring-iringan para biksu yang melintas menuju klenteng.
Sebagian warga memilih menunggu di halaman Klenteng Hok An Kiong sambil mengabadikan momen menggunakan telepon genggam. Tidak sedikit pula masyarakat yang berdiri dengan tenang dan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan spiritual para biksu.
Kedatangan 58 biksu di Klenteng Hok An Kiong dinilai menjadi pengalaman langka yang jarang ditemui masyarakat sehari-hari.
Warga Mengaku Bangga Muntilan Jadi Jalur Spiritual Dunia
Beberapa warga mengaku bangga karena Muntilan kembali menjadi bagian dari perjalanan spiritual internasional menuju Borobudur.
Menurut mereka, kehadiran rombongan biksu tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga memperlihatkan wajah toleransi masyarakat Magelang yang selama ini hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Senang sekali bisa melihat langsung para biksu berjalan menuju Borobudur. Suasananya terasa damai dan berbeda,” ujar salah satu warga yang hadir di lokasi.
Warga berharap kegiatan seperti IWFP terus berlangsung setiap tahun karena dinilai mampu mempererat semangat persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat.
Klenteng Hok An Kiong Jadi Titik Penting Perjalanan Spiritual
Dalam perjalanan menuju Borobudur, Klenteng Hok An Kiong menjadi salah satu titik persinggahan penting bagi rombongan biksu peserta IWFP 2026. Di lokasi tersebut, para biksu dijadwalkan beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju kawasan Candi Mendut.
Keberadaan klenteng tua di kawasan Pecinan Muntilan itu memang memiliki sejarah panjang sebagai simbol harmoni budaya dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Magelang.
Selain menjadi tempat ibadah Tri Dharma, Klenteng Hok An Kiong juga dikenal sebagai salah satu ikon budaya bersejarah di Muntilan.
Suasana Penyambutan Berlangsung Hangat
Penyambutan rombongan biksu berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Panitia bersama pengurus klenteng terlihat menyambut kedatangan para biksu dengan ramah sebelum mereka memasuki area istirahat.
Masyarakat yang hadir pun menjaga suasana tetap kondusif dan khidmat selama prosesi berlangsung. Beberapa wisatawan dan pengguna jalan yang melintas turut berhenti untuk menyaksikan momen tersebut.
Kehadiran para biksu dinilai membawa suasana damai yang terasa berbeda di tengah aktivitas masyarakat sehari-hari.
IWFP 2026 Bawa Pesan Perdamaian dan Toleransi
International Walk for Peace merupakan perjalanan spiritual yang dilakukan para biksu menuju Borobudur dalam rangka menyambut Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ritual keagamaan umat Buddha, tetapi juga membawa pesan universal tentang perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan lintas agama.
Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki melewati sejumlah daerah sebelum akhirnya tiba di kawasan Borobudur. Di setiap wilayah yang dilalui, rombongan biksu selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Perjalanan Spiritual Jadi Daya Tarik Warga
Kegiatan IWFP selama ini dikenal mampu menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan suasana spiritual yang kuat. Selain menjadi bagian dari rangkaian Waisak, perjalanan para biksu juga berkembang menjadi daya tarik wisata religi dan budaya di Magelang.
Banyak masyarakat yang merasa bangga karena daerahnya menjadi bagian dari perjalanan spiritual internasional tersebut. Kehadiran para biksu di Muntilan juga dianggap memperkuat citra Kabupaten Magelang sebagai wilayah yang terbuka terhadap keberagaman budaya dan agama.
Borobudur Jadi Pusat Perayaan Waisak 2026
Puncak perjalanan spiritual para biksu akan berlangsung di Candi Borobudur yang menjadi pusat perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara diperkirakan hadir mengikuti rangkaian kegiatan Waisak tahun ini.
Selain prosesi keagamaan, perayaan Waisak di Borobudur juga menjadi daya tarik wisata spiritual dunia yang setiap tahun menarik perhatian wisatawan domestik maupun internasional.
Momentum tersebut sekaligus mempertegas posisi Borobudur sebagai simbol perdamaian dan toleransi di Indonesia.
Harmoni dan Kebersamaan Jadi Pesan Utama
Kehangatan penyambutan masyarakat Muntilan terhadap kedatangan 58 biksu di Klenteng Hok An Kiong menjadi gambaran nyata harmoni sosial yang terus terjaga di Kabupaten Magelang.
Perbedaan agama dan budaya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai. Nilai-nilai kebersamaan dan toleransi yang terlihat dalam momentum tersebut dinilai penting untuk terus dirawat di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Melalui perjalanan spiritual IWFP 2026, masyarakat diajak kembali memperkuat semangat perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan lintas umat beragama.(*)