MAGELANG, DMNETWORK – Memiliki visi dan misi yang sama dalam memajukan sektor pertanian, jajaran pimpinan DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) dari wilayah Kedu Raya menggelar pertemuan bersama guna memperkuat koordinasi dan menyamakan arah perjuangan organisasi, Jumat (13/6/2026).
Pertemuan yang diikuti para ketua DPD dari enam daerah tersebut melibatkan Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang. Agenda utama dalam pertemuan itu tidak hanya menyamakan visi dan misi organisasi, tetapi juga membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas serta kualitas jajaran kepengurusan, khususnya di bidang pertanian.
Dalam forum tersebut, para pimpinan DPD membahas berbagai persoalan pertanian yang dihadapi di masing-masing daerah. Mulai dari penguatan petani, peningkatan produktivitas hasil pertanian, hingga pentingnya sinergi antarwilayah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Pertemuan lintas daerah itu dinilai menjadi langkah penting sebagai ruang bertukar gagasan dan pengalaman antarpengurus. Dengan kondisi pertanian yang berbeda di tiap wilayah, forum komunikasi semacam ini dianggap mampu memperkuat strategi bersama dalam mengembangkan sektor pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang, Sri Sumirah, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan antarwilayah.
“Pertemuan ini menjadi penting untuk saling topang dan saling mengisi, menyatukan langkah serta mensukseskan program Tani Merdeka agar bisa selaras dengan program pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Tani Merdeka Indonesia Kedu Raya, Parjono, menegaskan bahwa sinergi antar-DPD menjadi kunci dalam memperkuat peran organisasi di tengah berbagai tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.
“Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi organisasi, tetapi menjadi wadah untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi antar-DPD di wilayah Kedu Raya. Dengan komunikasi yang baik, kami dapat saling berbagi pengalaman, menyelesaikan berbagai persoalan pertanian, serta mengawal program-program yang berpihak kepada petani,” kata Parjono.
Menurutnya, Tani Merdeka Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kami ingin memastikan bahwa semangat perjuangan Tani Merdeka tetap berorientasi pada kepentingan petani. Melalui kerja sama yang solid di enam daerah ini, kami optimistis dapat memperkuat pemberdayaan petani, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendukung suksesnya program pemerintah di sektor pertanian,” ujarnya.
Parjono menambahkan, forum koordinasi seperti ini akan terus dilakukan secara berkala agar tercipta kesamaan persepsi dan langkah kerja yang terukur di seluruh wilayah Kedu Raya.
“Ke depan, kami ingin membangun kolaborasi yang lebih nyata, baik dalam penguatan kelembagaan petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun pengembangan program-program pertanian yang berdampak langsung bagi kesejahteraan petani,” tambahnya.
Selain mempererat soliditas organisasi, pertemuan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal membangun kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang. Tani Merdeka Indonesia dipandang memiliki peran strategis sebagai jembatan aspirasi petani kepada pemerintah, khususnya terkait kebijakan di sektor pertanian.
Melalui penyamaan visi dan penguatan koordinasi antar-DPD se-Kedu Raya, para pengurus berharap program kerja organisasi dapat berjalan selaras dengan program pemerintah, terutama dalam upaya memperkuat sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung ketahanan pangan nasional. (gk)