JAKARTA, DMNETWORK – Sejumlah akademisi dari UPN Veteran Yogyakarta menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Sarasehan Kebangsaan bertema Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai arah pembangunan nasional serta tantangan yang dihadapi Indonesia.
Sarasehan yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, itu berlangsung bersamaan dengan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.600 akademisi, mulai dari rektor, dekan, hingga dosen perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia.
Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Mohammad Irhas Effendi, mengatakan pidato Presiden Prabowo memberikan perspektif yang luas mengenai berbagai pendekatan dalam penyelenggaraan negara.
“Apa yang disampaikan Presiden menarik, memberikan gambaran kepada kita semua. Ini mengingatkan kita bahwa negara itu punya beberapa aliran,” ujar Irhas.
Menurut dia, penjelasan mengenai ideologi, sistem ekonomi, hingga realisme dalam hubungan antarnegara memberikan pemahaman bahwa setiap negara memiliki karakter dan pendekatan yang berbeda dalam menjalankan pemerintahan.
Ia berharap Indonesia mampu memilih model pembangunan yang paling sesuai dengan kebutuhan bangsa.
“Mudah-mudahan Indonesia menganut aliran yang terbaik di antara aliran-aliran yang ada itu,” katanya.
Irhas juga berharap Presiden Prabowo tetap membuka ruang bagi berbagai aspirasi masyarakat dalam menjalankan pemerintahan.
“Semoga Pak Prabowo selalu sehat dan tetap menjaga aspirasi masyarakat. Ternyata beliau siap menerima masukan-masukan dari semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai gagasan yang disampaikan Presiden perlu diterjemahkan menjadi kebijakan yang dapat dijalankan oleh seluruh jajaran pemerintahan.
Sementara itu, Wakil Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Sutarto, menilai pesan utama pidato Presiden adalah komitmen untuk membangun Indonesia yang mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Yang saya tangkap spirit beliau adalah komitmen beliau untuk menjadikan bangsa mandiri dan menyejahterakan rakyatnya. Itu yang paling utama,” kata Sutarto.
Ia berharap Presiden Prabowo dapat terus memimpin Indonesia hingga mampu mencapai target Indonesia Emas 2045.
“Saya harap Bapak Presiden sehat walafiat, terus bisa mengawal kita semua ke depan, khususnya bisa menghadapi dan mencapai Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Migas Center UPN Veteran Yogyakarta, Sayoga Heru. Menurut dia, pidato Presiden memberikan pencerahan bagi kalangan akademisi dalam memahami visi pembangunan nasional.
“Positif, bagus sekali. Ini memberikan pencerahan kepada dunia kampus dan akademisi mengenai visi Pak Prabowo, sehingga kami bisa menerjemahkannya sesuai bidang masing-masing untuk mendukung kemandirian ekonomi,” kata Sayoga.
Ia menilai pemahaman terhadap arah pembangunan tersebut penting agar perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pendidikan, riset, dan inovasi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Sayoga juga mendoakan agar Presiden Prabowo senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara.
“Saya berdoa Pak Prabowo sehat selalu karena negara ini perlu pemimpin yang kuat, tegas, dan memiliki visi ke depan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” katanya. ***